Tiang Monorel Mangkrak 22 Tahun di Rasuna Said Dibongkar Pukul 23.00: Satu Tiang Satu Malam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Jan 2026, 13:54
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pembongkarn tiang monorel Rasuna Said Pembongkarn tiang monorel Rasuna Said (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak yang selama bertahun-tahun berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Proyek pembongkaran ini dilakukan dengan skema khusus agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menegaskan proses pembongkaran tiang monorel dilakukan pada malam hari mulai pukul 23.00 WIB. Langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas dan mobilitas masyarakat.

“Tidak ada penutupan jalan, karena pekerjaannya dilakukan pada malam hari. Sesuai rencana, nantinya akan ada pemotongan tiang, dengan skema satu tiang satu malam,” ujar Syafrin di lokasi pembongkaran, Rabu, 14 Januari 2026.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov DKI menerapkan sistem penutupan lajur secara bertahap atau staging. Penutupan hanya dilakukan pada lajur lambat dan bersifat situasional, menyesuaikan lokasi tiang monorel yang sedang dibongkar.

Baca Juga: Pramono Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said, Sutiyoso: Hati Saya Lega Sekali

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Pramono: Bukan Rp100 Miliar, Biaya Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp254 Juta

“Untuk lajur lambat ini akan dilakukan penutupan secara staging. Jadi, misalnya di ruas ini yang akan ditutup, tadi di ujung kami lakukan penutupan, kemudian di bukaan depan itu otomatis kendaraan dari lajur cepat bisa masuk ke jalur lambat. Demikian seterusnya sampai dengan di Simpang Gatot Subroto nantinya,” ungkapnya.

Pemilihan waktu pembongkaran juga disesuaikan dengan kondisi lalu lintas Jakarta yang masih padat hingga malam hari. Menurut Syafrin, window time pengerjaan hanya tersedia antara pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.

"Sebagaimana kita ketahui, kepadatan lalu lintas di Jakarta bahkan masih terjadi hingga pukul 22.00. Window time-nya itu dari pukul 23.00 sampai dengan 05.00,” jelasnya.

Selain itu, Dishub DKI memastikan material sisa pembongkaran beton dan besi telah diantisipasi dengan matang. Seluruh proses pemotongan dilakukan secara terkendali agar tidak menghalangi jalur kendaraan.

“Seperti contoh tadi, begitu dilakukan pemotongan, besinya tidak jatuh ke jalur, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. Through traffic-nya tetap bisa bergerak,” terang Syafrin.

x|close