Trump Cibir Kacamata Hitam Macron

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jan 2026, 14:31
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 20 Januari 2026. (Xinhua/Lian Yi) Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 20 Januari 2026. (Xinhua/Lian Yi) (Antara)

Ntvnews.id, Davos - Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi sorotan saat menyampaikan pidato dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, dengan mengenakan kacamata hitam. Penampilan tersebut kemudian menjadi bahan ejekan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dilansir dari AFP, Kamis, 22 Januari 2026, Macron berpidato di WEF pada Selasa (20/1). Dalam kesempatan itu, ia tampil mengenakan kacamata hitam saat berbicara di hadapan para pemimpin dunia.

Dalam pidatonya, Macron menegaskan bahwa Prancis memilih sikap saling menghormati dibandingkan menindas pihak lain.

Ia juga menyinggung penolakan Prancis terhadap tarif yang dianggap “tidak dapat diterima”, menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan bea masuk terhadap negara-negara yang menentang rencananya mengambil alih Greenland.

"Prancis dan Eropa terikat pada kedaulatan dan kemerdekaan nasional, pada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan piagamnya," kata Macron di Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Baca Juga: Trump Ancam Tarif Hingga 200 Persen Jika Macron Tolak Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza

Ia menambahkan komitmen Prancis untuk memperkuat posisi Eropa. "Kami akan melakukan yang terbaik untuk mewujudkan Eropa yang lebih kuat, jauh lebih kuat dan lebih otonom," katanya, sembari mengenakan kacamata hitam aviator setelah sebelumnya tampil dengan mata merah dalam agenda publik pekan lalu.

Macron juga menekankan pentingnya stabilitas global. Menurutnya, Prancis lebih memilih pendekatan yang menjunjung rasa hormat ketimbang tekanan atau intimidasi.

"Di pusat benua ini, kami percaya bahwa kita membutuhkan lebih banyak pertumbuhan, kita membutuhkan lebih banyak stabilitas di dunia ini," ujarnya.

"Tetapi kami lebih memilih rasa hormat daripada para penindas. Dan kami lebih memilih supremasi hukum daripada kebrutalan," sambung Macron.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara tahunan World Economic Forum di Davos, Swis, pada 21 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) <b>(Antara)</b> Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara tahunan World Economic Forum di Davos, Swis, pada 21 Januari 2026. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi) (Antara)

Ia turut mengingatkan tentang bahaya pergeseran menuju dunia tanpa aturan. Menurutnya, ketiadaan tata kelola kolektif yang efektif dapat memicu persaingan tanpa akhir antarnegara.

"Persaingan dari Amerika Serikat melalui perjanjian perdagangan yang merusak kepentingan ekspor kita, menuntut konsesi maksimal, dan secara terbuka bertujuan untuk melemahkan dan menundukkan Eropa," ucap Macron.

Terkait kacamata hitam yang dikenakannya, Macron sebelumnya sempat muncul dengan mata merah saat berpidato dalam acara Tahun Baru bersama militer Prancis. Kala itu, ia menyampaikan permohonan maaf atas kondisi matanya.

"Mohon maaf atas penampilan mata saya yang kurang menarik," katanya pekan lalu.

Baca Juga: Macron Nilai AS Kian Menjauh dari Aturan Internasional

Sementara itu, Trump pada Rabu, 21 Januari 2026, juga berpidato di WEF Davos. Dalam pidatonya, Presiden AS tersebut melontarkan ejekan terkait penampilan Macron yang mengenakan kacamata hitam.

"Saya melihatnya kemarin dengan kacamata hitam yang indah itu, apa yang terjadi?" ujar Trump.

Trump juga menuduh Macron bersikap keras dalam negosiasi harga obat-obatan. Ia menyinggung keraguan Macron untuk menaikkan harga obat agar mendekati harga di AS. "Tapi saya melihatnya bersikap keras," kata Trump.

"Saya berkata, 'Emmanuel, Anda telah memanfaatkan Amerika Serikat selama 30 tahun dengan obat resep. Anda benar-benar harus melakukannya, dan Anda akan melakukannya'," tutur Trump.

x|close