Menlu Tegaskan Board of Peace Tak Gantikan Peran PBB

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jan 2026, 10:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono (Setpres)

Ntvnews.id, Davos - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa pembentukan dan keberadaan Board of Peace (BoP) tidak dimaksudkan untuk mengambil alih peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjaga perdamaian di Gaza, Palestina.

"Apakah ini akan menggantikan PBB? tentu saja tidak," kata Sugiono dalam keterangannya di Bad Ragaz, Swiss, Jumat, 23 Januari 2026 waktu setempat.

Menurut Sugiono, Board of Peace merupakan badan internasional yang dibentuk atas kepedulian sejumlah negara terhadap upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas, khususnya di Gaza, di tengah konflik yang masih berlangsung. Ia menegaskan, badan tersebut tidak hadir untuk menggantikan mandat PBB, melainkan menjadi bagian dari inisiatif global yang lahir dari keprihatinan bersama atas kondisi kemanusiaan dan keamanan di wilayah tersebut.

"Badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB. Ini adalah suatu badan internasional, yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Gaza," ucap dia.

Baca Juga: SBY Peringatkan Ancaman Perang Dunia III, Minta PBB Segera Gelar Sidang Darurat

Dalam konteks tersebut, Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia memandang penting untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai inisiatif yang mendorong perdamaian. Atas dasar itu, pemerintah memutuskan bergabung dengan Board of Peace.

"Dan karena itu upaya-upaya ini kita harus ikut, Indonesia memutuskan untuk bergabung," kata Sugiono.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono <b>(Setpres)</b> Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono (Setpres)

Meski proses pembentukan badan ini berlangsung relatif cepat, Sugiono menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memutuskan Indonesia menjadi bagian dari BoP setelah mempertimbangkan berbagai aspek strategis.

“Kita sejak awal merupakan negara yang peduli pada perdamaian, pada stabilitas internasional dan khususnya pada situasi yang terjadi di Palestina. Karena Board of Peace ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian tersebut maka kita harus ada di dalamnya,” kata Menlu.

Keputusan tersebut, lanjut Sugiono, juga diambil melalui konsultasi intensif dengan negara-negara yang tergabung dalam Group of New York.

Ia mengungkapkan, sejumlah negara telah sepakat untuk bergabung, di antaranya Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, Mesir, serta Indonesia.

Baca Juga: Yusril Tegaskan Sikap Netral Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026

“Dua hari sebelum penandatanganan, semuanya bersepakat untuk ikut bergabung bersama Board of Peace,” ujarnya.

Sugiono meyakini keberadaan BoP merupakan langkah konkret yang telah lama dinantikan dalam mengawal proses perdamaian Palestina. Ia berharap, kehadiran negara-negara tersebut dapat memastikan setiap langkah yang diambil tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.

“Kemudian memastikan bahwa upaya yang dilakukan oleh Board of Peace ini tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan untuk tercapainya solusi dua negara,” ujarnya.

x|close