Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan sempat melarang putranya menjadi seorang tentara yaitu Paulus Pandjaitan yang baru saja mendapatkan jabatan baru sebagai Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) Para Raider 18/Trisula.
"Hari ini anak saya dilantik jadi Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) Para Raider 18/Trisula. Menjadi istimewa karena waktu perasi 7 Desember 1975 Lindu di Tim-Tim Grup Nanggala 5 itu bersama dengan Brigade 18 terjun," kata Luhut melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu 24 Januari 2025.
Selain itu juga, dalam pelantikan tersebut Luhut menjadikan ajang itu sebagai reunian dengan rekan-rekan sesama prajuritnya yang sempat bertugas di Timor Timur pada 1975.
View this post on Instagram
"Jadi tadi waktu serah terima saya ajak juga teman-teman saya dulu yang ikut dalam operasi Linud di Timor Timur. Banyak mereka yang masih hidup dan kami dulu ketemunya di Marshalling Area di Lanud Iswahyudi Madiun," beber pria berusia 78 tahun itu.
Baca Juga: Luhut Bantah Terkait Toba Pulp Lestari: Pejabat Jangan Asal Nuduh, Kampungan!
"Saya banggalah Paulus bisa jadi Komandan Brigade 18 yang punya sejarah panjang menumpas berbagai masalah di republik ini. Suatu kehormatan bagi keluarga kami, bahwa Paulus menjadi komandan Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) Para Raider 18/Trisula," sambung dia.
Meskipun kini Luhut mendukung penuh karir anaknya di militer, dulu ia sempat tidak setuju atas pilihanan anaknya untuk menjadi seorang tentara.
"Saya sudah bilang Paulus, sebenarnya saya tidak suka Paulus dulu menjadi tentara, tetapi itu perjalanan hidup. Dia tetap ngotot untuk menjadi tentara. Tapi kita deal dan asalkan kamu masuk Kopassus," beber luhut.
Luhut Pandjaitan dan Paulus Pandjaitan (IG: Luhut Pandjaitan)