Badai Musim Dingin Ekstrem Landa AS, Belasan Ribu Penerbangan Dibatalkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jan 2026, 10:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gambar ilustrasi tentang tabrakan beruntun di tengah cuaca bersalju yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. (Google Gemini) Gambar ilustrasi tentang tabrakan beruntun di tengah cuaca bersalju yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. (Google Gemini) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat tengah menghadapi badai musim dingin ekstrem yang berdampak luas pada sektor transportasi udara. Sejak Sabtu hingga Senin, 26 Januari 2026 lebih dari 13.000 penerbangan dilaporkan dibatalkan akibat kondisi cuaca buruk.

Dilansir dari DW, Senin, 26 Januari 2026, berdasarkan data perusahaan analisis penerbangan Cirium, jumlah pembatalan penerbangan tersebut hampir menyamai tingkat pembatalan keberangkatan yang terjadi saat masa pandemi COVID-19.

Badan Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) menyatakan hujan salju lebat, hujan es, serta hujan beku mengancam hampir 180 juta penduduk yang tinggal di wilayah Pegunungan Rocky hingga New England. Jumlah tersebut setara dengan lebih dari separuh total populasi AS.

Situasi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung cukup lama.

"Salju dan es akan sangat, sangat lambat mencair dan tidak akan hilang dalam waktu dekat, dan itu akan menghambat upaya pemulihan apa pun," ujar ahli meteorologi NWS, Allison Santorelli.

Baca Juga: Ngeri, Salju Setinggi Apartemen Tutup Bangunan di Rusia

Menanggapi kondisi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui deklarasi darurat di sejumlah negara bagian agar dapat menerima bantuan dari Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA).

NWS juga memperingatkan bahwa dampak badai ini akan membentang sangat luas.

"Pada saat peristiwa ini berakhir pada Senin malam, akan meninggalkan jejak curah hujan musim dingin sepanjang lebih dari 2.000 mil, dalam jalur yang hampir terus menerus, dari New Mexico hingga Maine," demikian pernyataan NWS.

Badai besar tersebut turut memicu pemadaman listrik di berbagai wilayah. Para peramal cuaca memperingatkan bahwa tingkat kerusakan akibat badai ini berpotensi menyaingi dampak badai besar sebelumnya, khususnya di daerah yang mengalami hujan es parah.

Badai musim dingin yang dahsyat melanda kawasan tengah dan timur Amerika Serikat (AS) pada Senin (6/1/2025) pagi, menutupi sejumlah negara bagian dengan salju dan es, menciptakan kondisi perjalanan yang berbahaya, pemadaman listrik meluas, serta pemb <b>(Antara)</b> Badai musim dingin yang dahsyat melanda kawasan tengah dan timur Amerika Serikat (AS) pada Senin (6/1/2025) pagi, menutupi sejumlah negara bagian dengan salju dan es, menciptakan kondisi perjalanan yang berbahaya, pemadaman listrik meluas, serta pemb (Antara)

Data dari situs poweroutage.us pada Minggu menunjukkan lebih dari 315.000 rumah tangga di seluruh AS mengalami pemadaman listrik. Negara bagian yang paling terdampak antara lain Texas dengan 100.632 pelanggan terdampak, disusul Mississippi (99.664), Louisiana (77.372), dan Tennessee (56.382).

Gangguan penerbangan terjadi di banyak bandara utama. Seluruh penerbangan pada Sabtu dan Minggu pagi di Bandara Internasional Will Rogers, Oklahoma City, dibatalkan. Di Bandara Internasional Dallas-Fort Worth, sekitar 700 penerbangan keberangkatan dan separuh penerbangan kedatangan juga dibatalkan.

Baca Juga: Arab Saudi Diselimuti Salju hingga Suhu di Bawah Nol Derajat, Apakah Tanda Kiamat?

Selain itu, operasional penerbangan di bandara Chicago, Atlanta, Nashville, serta Charlotte di Carolina Utara turut terdampak. Bahkan, seluruh penerbangan keberangkatan di Bandara Nasional Ronald Reagan Washington pada Minggu dibatalkan.

Secara keseluruhan, lebih dari 4.000 penerbangan dibatalkan di seluruh AS pada Sabtu, sementara pada Minggu jumlah pembatalan mencapai sekitar 9.000 penerbangan.

x|close