Ntvnews.id, Jakarta - Jumlah korban meninggal akibat badai salju yang terus melanda Amerika Serikat meningkat menjadi sedikitnya 51 orang, menurut laporan stasiun televisi NBC. Angka tersebut bertambah dari laporan sebelumnya yang disampaikan Associated Press (AP) yang mencatat 42 korban jiwa.
Cuaca ekstrem dengan suhu sangat rendah masih mengancam jutaan warga, mulai dari wilayah Great Lakes hingga Gulf Coast. Meski sebagian komunitas di sepertiga wilayah timur AS mulai pulih, dampak badai musim dingin masih terasa luas.
Baca juga: Badai Salju 50 cm Terjang AS, Penerbangan Lumpuh hingga Makan Korban Jiwa
Data dari situs Poweroutage menunjukkan sekitar 400.000 rumah masih mengalami pemadaman listrik, terutama di wilayah selatan AS. Sementara itu, ABC melaporkan badai salju tersebut berdampak pada lebih dari 200 juta penduduk, memicu pembatalan ribuan penerbangan serta meningkatnya kecelakaan akibat kondisi jalan yang licin.
Sebelumnya, Layanan Cuaca Nasional memperingatkan bahaya perjalanan karena suhu beku menyebabkan salju terus berlanjut.
Badai tersebut mengganggu perjalanan di seluruh negeri, dengan 14.400 penerbangan dibatalkan, 850.000 orang tanpa listrik, dan lebih dari setengah populasi AS terdampak.
Para pejabat kota mendesak warga untuk menghindari perjalanan yang tidak penting, memperingatkan bahwa kondisi dapat tetap berbahaya hingga Senin dengan suhu di bawah titik beku.
(Sumber: Antara)
Sumber Antara
Seorang warga berjalan menembus badai salju lebat yang menerjang sebagian besar wilayah Amerika Serikat di Brooklyn, Amerika Serikat, Minggu (25/1/2026) (Antara)