Hujan Guyur Jakarta, Pramono: Kalau Gak Dilakukan Modifikasi Cuaca Hujan Bisa Lebih Tinggi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 11:30
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Hujan deras kembali mengguyur sejumlah wilayah Jakarta pagi ini. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menuturkan bahwa langkah operasi modifikasi cuaca (OMC) menjadi krusial untuk menekan potensi curah hujan yang lebih tinggi.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas curah hujan di Jakarta diprediksi masih tinggi hingga 1 Februari 2026. Kondisi ini membuat pemerintah provinsi harus mengambil langkah antisipatif sejak dini.

Menanggapi hujan lebat yang terjadi sejak pagi hari, Pramono menyampaikan bahwa operasi modifikasi cuaca telah dilakukan sejak pukul 05.00 WIB. Menurutnya, tanpa OMC tersebut, hujan yang turun berpotensi jauh lebih ekstrem dan berdampak luas.

"Dan kemudian, yang juga penting adalah karena apa, curah hujannya ini masih panjang dan juga harus dilakukan OMC, saya sudah memberikan persetujuan kalau diperlukan untuk OMC. Karena kemungkinan curah hujannya masih tinggi, termasuk hari ini," ucap Pramono di Jakarta Timur, Kamis, 29 Januari 2026. 

Hujan di Jakpus pagi ini <b>(Ntvnews.id/Adiansyah)</b> Hujan di Jakpus pagi ini (Ntvnews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Pramono Lakukan Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung untuk Atasi Banjir Jakarta

Ia menambahkan, keputusan melakukan modifikasi cuaca bukan tanpa alasan. Dengan tingginya potensi hujan di Jakarta dan wilayah sekitarnya, langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko banjir dan gangguan aktivitas warga.

"Dan mohon maaf, hari ini dari tadi pagi jam 05.00 sebenarnya sudah kita lakukan. Kalau enggak ini pasti curah hujannya lebih tinggi dari yang sekarang," ungkapnya.

Sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat, Pramono juga memastikan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta work from home (WFH) tetap diberlakukan hingga 1 Februari 2026.

"Maka dengan demikian, saya sudah memutuskan untuk PJJ maupun orang mau work from home itu sampai dengan 1 Februari," tutup Pramono Anung.

x|close