Iran Eksekusi Pria yang Dituding Jadi Mata-mata Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jan 2026, 13:56
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Iran Bendera Iran ((Antara))

Ntvnews.id, Taheran - Iran dilaporkan telah melaksanakan eksekusi terhadap seorang pria yang divonis bersalah karena bekerja sebagai mata-mata untuk dinas intelijen Israel, Mossad.

Hamidreza Sabet Esmailpour, yang ditangkap pada 29 April 2025, dieksekusi dengan cara digantung setelah putusannya dikuatkan Mahkamah Agung.

Esmailpour didakwa melakukan aktivitas spionase serta menjalin kerja sama intelijen dengan Mossad.

“Dia mentransfer dokumen rahasia dan informasi sensitif kepada seorang perwira intelijen Israel melalui komunikasi online rahasia,” demikian laporan otoritas Iran, seperti dikutip dari TRT, Kamis, 29 Januari 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan, penelusuran aktivitas daring menunjukkan bahwa ia secara langsung mengirimkan dokumen kepada seorang perwira yang berafiliasi dengan Israel.

Baca Juga: Sekutu AS di Timur Tengah Desak Trump Tunda Serangan ke Iran

Pihak berwenang juga menuding Esmailpour terlibat dalam kegiatan intelijen dan operasional untuk kepentingan Israel, termasuk pembelian peralatan bagi seorang agen intelijen serta pengangkutan kendaraan lintas wilayah di provinsi Isfahan dan Lorestan.

Aksi-aksi tersebut disebut bertujuan untuk memfasilitasi sabotase yang menyasar fasilitas rudal milik Kementerian Pertahanan Iran.

Pejabat Iran menggambarkan dugaan rencana itu sebagai sebuah “operasi besar” yang berhasil dibongkar dan digagalkan oleh aparat Kementerian Intelijen.

Ilustrasi - Aksi unjuk rasa di Iran. ANTARA/Anadolu/as. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Aksi unjuk rasa di Iran. ANTARA/Anadolu/as. (Antara)

Dalam konflik bayangan yang telah berlangsung selama puluhan tahun dengan Israel, Iran tercatat mengeksekusi sejumlah orang yang dituduh memiliki keterkaitan dengan dinas intelijen Israel dan membantu operasinya di dalam negeri.

Jumlah eksekusi terhadap warga Iran yang divonis memata-matai Israel dilaporkan meningkat tajam sejak tahun lalu, menyusul konfrontasi langsung antara kedua musuh kawasan tersebut pada Juni, ketika fasilitas nuklir Iran diserang oleh Israel dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Kapal Induk AS Sudah Dikerahkan ke Teluk Timur Tengah, Perang dengah Iran?

Otoritas Iran memberlakukan pembatasan internet setelah gelombang protes anti-pemerintah merebak sejak bulan lalu. Aksi protes itu dipicu oleh anjloknya nilai mata uang domestik serta memburuknya krisis ekonomi.

Di sisi lain, badan intelijen Israel, Mossad, mengeluarkan seruan terbuka kepada warga Iran agar melanjutkan aksi unjuk rasa, dengan menyatakan dukungan terhadap demonstrasi "di lapangan" seiring meluasnya protes di Teheran dan sejumlah kota lain.

Demonstrasi bermula di Teheran sebelum menyebar ke berbagai wilayah. Presiden Masoud Pezeshkian mengakui adanya kemarahan publik dan berjanji akan berupaya memperbaiki kondisi yang dihadapi masyarakat.

x|close