Meksiko Larang Vape, Turis Terancam Denda Ratusan Juta Rupiah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jan 2026, 07:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi vape Ilustrasi vape ((pixabay/ doodleroy))

Ntvnews.id, Meksiko CIty - Daftar negara yang melarang wisatawan membawa vape terus bertambah. Terbaru, Meksiko menerapkan aturan lebih ketat terkait penggunaan rokok elektrik, bahkan menyiapkan sanksi denda besar bagi pelanggar.

Dilansir dari NY Post, Jumat, 30 Januari 2026, Dewan Perwakilan Meksiko menyatakan negara tersebut kini secara aktif memberlakukan larangan nasional terhadap perangkat vaping. Kebijakan itu mulai efektif sejak 17 Januari, seiring diberlakukannya reformasi konstitusi yang bertujuan melindungi kesehatan publik.

Berdasarkan undang-undang anyar tersebut, aparat berwenang menjatuhkan sanksi terhadap segala aktivitas yang melibatkan rokok elektrik, vape, maupun perangkat sejenis, sebagaimana tercantum di situs resmi dewan. Reformasi ini juga mencakup larangan produksi, penjualan, dan penanganan zat beracun serta bahan kimia tertentu, termasuk penggunaan ilegal fentanyl dan obat sintetis lainnya.

Dengan aturan ini, wisatawan yang membawa rokok elektrik ke Meksiko berpotensi menghadapi tindakan hukum saat melewati pemeriksaan bea cukai. Saat turis turun dari kapal di pelabuhan Meksiko, barang apa pun yang dibawa ke darat dapat dikategorikan sebagai impor menurut hukum setempat, meskipun produk tersebut dibeli secara legal di negara lain dan hanya untuk penggunaan pribadi, seperti dilaporkan Cruise Hive.

Baca Juga: Terungkap Modus Tak Biasa Selundupkan Narkoba di Liquid Vape dan Minuman Energi

Sejumlah perusahaan pelayaran, termasuk Margaritaville at Sea, mulai mengingatkan para penumpangnya terkait kebijakan tersebut. Penumpang disarankan untuk meninggalkan perangkat vape di atas kapal atau tidak membawanya sama sekali, berdasarkan berbagai laporan.

"Jika tamu tertangkap, perangkat mereka dapat disita, menghadapi denda besar hingga USD 12.500 (sekitar Rp208,5 juta) — dan/atau penahanan," tulis Cruise Hive.

Situs itu juga menambahkan, "Kejahatan ini juga dapat dihukum hingga delapan tahun penjara."

Meksiko sendiri telah beberapa tahun terakhir memperketat regulasi terkait rokok dan vape. Fox News Digital sebelumnya melaporkan bahwa negara itu memperluas larangan merokok nasional pada 2023, termasuk melarang aktivitas merokok di pantai dan sebagian besar ruang publik seperti taman, hotel, serta transportasi umum.

"Meksiko menjadi salah satu negara terdepan dalam melindungi kesehatan anak-anak dan remaja," ujar Gady Zabicky Sirot, Kepala Komisi Nasional Meksiko melawan Kecanduan, dalam sebuah siaran pers.

Ilustrasi Vape, rokok elektrik. (Instagram) <b>(Instagram)</b> Ilustrasi Vape, rokok elektrik. (Instagram) (Instagram)

Aturan serupa juga diterapkan di Vietnam. Wisatawan yang masuk ke negara tersebut dengan membawa vape akan dikenai denda berdasarkan regulasi baru yang mulai berlaku awal 2026. Pemerintah Vietnam melarang kepemilikan, penjualan, dan penggunaan vape beserta cairannya.

Mengutip South China Morning Post (SCMP), siapa pun yang kedapatan menggunakan rokok elektrik di Vietnam terancam denda hingga 2 juta dong (sekitar Rp1,3 juta). Sementara itu, pelanggaran berupa impor, perdagangan, pengangkutan, atau produksi vape dan bahan alternatif rokok dapat berujung denda hingga 3 miliar dong (sekitar Rp1,9 miliar) atau hukuman penjara maksimal 15 tahun, tergantung jumlah barang.

Selain Vietnam, sejumlah negara lain juga memberlakukan aturan ketat soal vaping. Di Thailand, pelanggaran undang-undang rokok elektrik dapat berujung denda hingga hukuman penjara maksimal lima tahun. Di Australia, larangan impor semua jenis vape telah berlaku sejak Maret 2024, kecuali bagi yang memiliki lisensi atau izin khusus.

Baca Juga: Etomidate Resmi Masuk Golongan Narkotika, Polri Bisa Tindak Pengguna Vape

Maladewa juga menjadi salah satu destinasi populer yang melarang rokok elektrik. Negara kepulauan itu bahkan memberlakukan larangan merokok lintas generasi bagi mereka yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2007, sebagaimana dilaporkan Euronews. Aturan tersebut turut berlaku bagi wisatawan.

Sementara di Singapura, lebih dari 3.700 orang ditangkap terkait vape dalam periode 1 April hingga 30 Juni 2025. Angka itu meningkat hampir 20 persen dibanding kuartal sebelumnya yang mencatat lebih dari 3.100 penangkapan, menurut keterangan bersama Kementerian Kesehatan (MOH) dan Otoritas Ilmu Kesehatan (HSA) pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Pemerintah Singapura juga menyoroti vape yang dicampur zat anestesi etomidate atau dikenal sebagai Kpods. Menteri Kesehatan Ong Ye Kung menyebutkan bahwa zat tersebut akan dimasukkan ke dalam Undang-Undang Penyalahgunaan Narkoba mulai 1 September.

Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) dan Home Team turut meningkatkan penegakan hukum melalui pemeriksaan di kamp militer, pangkalan, dan sekolah pelatihan. Pemeriksaan tersebut mencakup penggeledahan tas serta tes urine, sebagaimana disampaikan Kementerian Pertahanan (MINDEF) dan kepolisian Singapura dalam unggahan terpisah di media sosial.

x|close