Vietnam Tingkatkan Kewaspadaan Perbatasan Buntu Virus Nipah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 08:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Virus Nipah, ancaman baru setelah pandemi COVID-19. Ilustrasi - Virus Nipah, ancaman baru setelah pandemi COVID-19. (ANTARA/Shutterstock/aa.)

Ntvnews.id, Hanoi - Virus Nipah menimbulkan kekhawatiran di sejumlah negara Asia, termasuk Vietnam. Negara yang tengah menikmati lonjakan sektor pariwisata ini memilih bersikap proaktif dengan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk.

Dilansir dari VOV, Senin, 2 Februari 2026. juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Pham Thu Hang, menyampaikan bahwa hingga kini belum ditemukan kasus infeksi Nipah di negaranya. Meski demikian, otoritas tetap meningkatkan kesiapsiagaan menyusul kekhawatiran yang berkembang di kawasan.

Ia menjelaskan, berbagai lembaga di Vietnam bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperketat pemantauan dan pencegahan penyakit di perbatasan, fasilitas layanan kesehatan, serta di tengah masyarakat. Langkah ini dibarengi dengan kesiapan menerapkan respons cepat apabila situasi menuntut.

"Vietnam akan terus memantau perkembangan dengan cermat dan bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia dan negara-negara lain untuk segera menerapkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian yang tepat dan efektif," kata juru bicara tersebut.

Baca Juga: Ini yang Perlu Diketahui Tentang Wabah Virus Nipah di India

Di ibu kota Hanoi, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendapat mandat memperkuat pemeriksaan di Bandara Internasional Noi Bai, terutama bagi penumpang yang tiba dari wilayah Bengal Barat, India.

Para pelancong akan menjalani pemeriksaan suhu otomatis serta protokol khusus guna mendeteksi secara dini kemungkinan kasus. Upaya ini ditujukan untuk mempercepat identifikasi, isolasi, dan penyelidikan terhadap kasus yang dicurigai agar tidak meluas ke masyarakat, sebagaimana dilansir VietnamNet.

Penularan virus TBC <b>(Pixabay.com )</b> Penularan virus TBC (Pixabay.com )

Selain itu, CDC diminta memantau secara ketat perkembangan wabah, baik global maupun domestik. Koordinasi juga dilakukan dengan Institut Nasional Kebersihan dan Epidemiologi untuk pengumpulan serta pengujian sampel bila diperlukan, sekaligus menggelar pelatihan bagi tenaga kesehatan di garis depan. Berbagai kebutuhan pendukung, seperti alat pelindung diri, disinfektan, dan sumber daya lainnya, telah dipersiapkan.

CDC pun akan berkolaborasi dengan media massa guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tepat waktu.

Baca Juga: Singapura-Malaysia Kompak Awasi Potensi Penyebaran Virus Nipah

Sebagai informasi, Nipah merupakan virus zoonosis yang pertama kali teridentifikasi saat wabah di Malaysia pada dekade 1990-an.

Penularannya terjadi dari hewan ke manusia terutama melalui kelelawar buah dan babi serta dapat menyebar lewat kontak langsung dengan individu atau hewan yang terinfeksi. Gejala berat seperti demam tinggi, muntah, hingga kejang dapat muncul, dengan tingkat kematian menurut WHO berkisar 40% hingga 75%. Hingga kini, vaksin untuk virus Nipah belum tersedia.

India baru-baru ini melaporkan dua kasus Nipah. Walau belum ada laporan penularan di luar India, sejumlah negara Asia mulai menerapkan atau memperketat skrining bandara dan langkah pencegahan lain untuk menekan risiko penyebaran lintas negara.

x|close