Koster Bentuk Satgas Pantai Usai Teguran Presiden Soal Sampah Bali

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 18:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Gubernur Bali Wayan Koster sampaikan capaian PWA 2025 Rp369 miliar lampaui pungutan wisman 2024, Denpasar, Sabtu 3 Januari 2026. ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari Gubernur Bali Wayan Koster sampaikan capaian PWA 2025 Rp369 miliar lampaui pungutan wisman 2024, Denpasar, Sabtu 3 Januari 2026. ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari (Antara)

Ntvnews.id, Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster merespons perhatian Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi pantai Bali yang dipenuhi sampah dengan memastikan pembentukan satuan tugas khusus kebersihan pantai dalam waktu dekat.

“Saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai, begitu sampah datang langsung bisa dibersihkan,” ujar Koster dalam rekaman yang diterima, Senin, 2 Februari 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sorotan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026, yang menyinggung kondisi Bali, khususnya kawasan pantai yang kotor akibat sampah, serta mendorong pelibatan siswa sekolah dalam kegiatan pembersihan lingkungan.

Koster menjelaskan bahwa persoalan sampah pantai di Bali merupakan fenomena tahunan yang terjadi saat musim hujan, terutama pada akhir tahun hingga awal tahun berikutnya.

“Desember 2025, Januari dan awal Februari 2026, jadi asal hujan, sampah kiriman datangnya dari luar daerah begitu cepat, karena arusnya besar,” katanya.

Baca Juga: Prabowo Soroti Sampah di Pantai Bali

Ia mengungkapkan, selama ini dibutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam untuk memobilisasi petugas dan membersihkan pantai dari sampah kiriman. Menurutnya, pembentukan satuan tugas kebersihan menjadi solusi agar penanganan bisa dilakukan secara cepat tanpa harus menunggu jadwal rutin petugas.

Terkait arahan Presiden Prabowo agar siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dilibatkan dalam kegiatan bersih pantai secara berkala, Koster menilai kesiapan peralatan dan armada pengangkut sampah juga menjadi faktor penting.

Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki alat berat dalam jumlah memadai, namun penggunaannya harus dibagi ke berbagai wilayah dan tidak bisa terfokus pada satu lokasi saja.

Oleh karena itu, selain membentuk satuan tugas, Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung berencana menyiagakan armada pengangkut khusus di kawasan pantai.

“Dengan arahan Bapak Presiden tadi, kami akan segera kumpulkan Kadis Lingkungan Hidup, kemudian kepala BPBD, Kadis Pendidikan, TNI dan Polri. Begitu pulang kita akan membentuk satuan tugas langsung,” ujar Koster.

Baca Juga: Prabowo: Gimana Turis Mau Datang, Pantai Bali Kotor

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas perhatian yang diberikan terhadap persoalan sampah di Pulau Dewata. Menurutnya, Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan konsolidasi lintas sektor dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Presiden Prabowo sebelumnya mengungkapkan bahwa informasi mengenai kondisi Bali yang kotor dan penuh sampah ia peroleh dari sejumlah tokoh, menteri, serta jenderal saat berada di Korea Selatan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menurunkan minat wisatawan dan berdampak langsung pada sektor pariwisata, yang selama ini menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Bali.

Oleh sebab itu, Presiden mendorong pemerintah daerah untuk menggerakkan siswa tingkat SD, SMP, dan SMA agar terlibat dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan, termasuk kawasan pantai.

Pemerintah pusat pun menyatakan kesiapan untuk memimpin dan mendukung langkah-langkah penanganan sampah apabila diperlukan demi kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyampaikan rencana pembangunan 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi di 34 kota, termasuk Bali, yang ditargetkan mulai dibangun dalam waktu dekat dan beroperasi dalam kurun sekitar dua tahun.

(Sumber: Antara) 

x|close