Ntvnews.id, Jakarta - Nama dua tokoh bisnis besar Indonesia, Hary Tanoesoedibjo dan pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, muncul dalam berkas terkait Jeffrey Epstein yang dipublikasikan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ).
Berdasarkan penelusuran, keduanya tercantum dalam dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files. Namun, laporan DOJ menegaskan bahwa kemunculan nama Hary maupun Eka tidak menunjukkan adanya hubungan langsung dengan Epstein.
Dalam dokumen tersebut, kemunculan nama Hary Tanoe terutama terkait bisnisnya bersama Donald Trump. Ia disebut terlibat dalam pengembangan proyek hotel dan resort Trump di Indonesia. Kolaborasi keduanya memang telah berlangsung sejak 2015 melalui proyek Trump Residences Indonesia, yang berlokasi di Bogor dan Bali.
Laporan DOJ juga mencatat bahwa Hary pernah memperkenalkan Trump kepada sosok yang disebut sebagai “orang CIA Indonesia”, yang diduga merujuk pada anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Nama sosok tersebut tidak disebutkan.
Baca Juga: Heboh Dokumen Epstein Ungkap Kain Kiswah Kabah Ternyata Pernah Dikirim ke Amerika
"Hary Tanoesodibjo telah terlibat dalam pengembangan hotel-hotel Trump dan (Hary) merupakan seorang miliarder. Hary memperkenalkannya kepada orang CIA Indonesia,” demikian keterangan dalam dokumen.
Selain itu, Hary disebut membeli salah satu kediaman Trump di kawasan Beverly Hills, California, dengan “harga yang dibesar-besarkan”. Tidak dijelaskan lebih jauh bagaimana konteks transaksi tersebut.
Dalam bagian lain dokumen, mantan Ketua Umum Partai Perindo itu juga digambarkan pernah berbicara kepada Trump mengenai niatnya untuk “menghancurkan Amazon” terkait kontrak militer perusahaan tersebut. Tidak ada rincian tambahan mengenai maksud ucapan itu.
Nama pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja, memiliki konteks yang berbeda. Ia tercantum dalam Epstein Files karena keterhubungannya dengan penjualan mansion milik Trump di Beverly Hills pada 2009.
Dokumen DOJ menjelaskan bahwa properti tersebut dibeli seharga 9,5 juta dolar AS oleh entitas asal Swiss yang dikaitkan dengan keluarga Eka Widjaja, dan kemungkinan merupakan perusahaan cangkang.
Baca Juga: Daftar Lengkap Tokoh Dunia yang Disebut dalam Epstein Files, Ada Trump hingga Pangeran MBS
"Pada musim panas 2009, dia (Trump) menjual rumah tersebut seharga 9,5 juta dolar AS - 800.000 dolar AS lebih rendah dari harga tahun sebelumnya - kepada entitas Swiss yang terkait dengan keluarga Eka Widjaja, seorang miliarder pengusaha keuangan Indonesia,” tulis laporan.
Dokumen itu juga mencatat bahwa Michael Cohen, mantan pengacara Trump, mengurus dokumen hukum transaksi tersebut dan menandatangani akta jual beli sebagai bagian dari proses penjualan.
Selain Hary Tanoe dan Eka Widjaja, sejumlah tokoh Indonesia lain juga disebut dalam Epstein Files, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Presiden kedua RI Soeharto.
Namun, kemunculan nama-nama tersebut tidak berkaitan langsung dengan Epstein, melainkan sekadar muncul dalam pemberitaan atau referensi non-personal dalam dokumen.
Hary Tanoe Siap Bantu Prabowo lobi Trump