Ntvnews.id, Jakarta - Mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan bahwa kepentingan nasional harus menjadi rujukan utama dalam setiap pengambilan keputusan politik luar negeri, termasuk terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Marty menyampaikan apresiasinya atas penjelasan Presiden Prabowo Subianto mengenai latar belakang keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BoP. Ia menyebut Presiden telah menegaskan bahwa kepentingan nasional akan menjadi landasan utama dalam keanggotaan Indonesia di forum tersebut.
"Tentunya ditegaskan kembali berulang kali bahwa kepentingan nasional lah yang akan menjadi pedoman kita dalam keanggotaan ini. Dan kami berkeyakinan bahwasanya Bapak Presiden akan senantiasa memperhatikan hal itu," ujar Marty di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menilai situasi global yang saat ini dipenuhi ketidakpastian dan ketidakadilan bukanlah hal baru bagi Indonesia. Menurutnya, selama puluhan tahun Indonesia telah berhadapan dengan kondisi dunia yang serupa dan tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif.
Baca Juga: PKB Dukung Diplomasi Prabowo dan Board of Peace, Cak Imin: Solusi Global yang Membanggakan
Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, lanjut Marty, Indonesia memandang kehadiran BoP sebagai bagian dari tindak lanjut terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya yang berkaitan dengan situasi di Gaza.
Lebih jauh, Marty menekankan pentingnya evaluasi secara berkelanjutan agar keanggotaan Indonesia di BoP tetap berada dalam koridor prinsip dan kepentingan nasional.
"Pandangan Indonesia adalah jelas yang tadi disampaikan Bapak Presiden bahwa ini bagian dari pelaksanaan resolusi PBB mengenai Gaza dan juga Indonesia akan terus-menerus mengevaluasi, akan terus-menerus mengedepankan kepentingan nasional kita," jelasnya.
Eks Menteri Luar Negeri Mohammad Marty Muliana Natalegawa