Ntvnews.id, Jakarta - PT Pertamina (Persero) secara resmi mengintegrasikan tiga anak usaha yang bergerak di sektor hilir, yakni PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), serta segmen bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS) ke dalam subholding downstream.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa penyatuan kilang, distribusi, logistik, dan pemasaran dalam satu sistem terpadu diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat keandalan pasokan energi nasional.
“Ketika kilang, distribusi, dan logistik serta pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke,” ujar Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dalam keterangan resminya dari Jakarta, pada Rabu, 4 Februari 2026.
Simon menjelaskan integrasi tersebut bertujuan untuk mendorong efisiensi operasional, memperkuat kepastian pasokan energi, serta meningkatkan daya saing Pertamina di tingkat nasional maupun global. Dengan sistem terintegrasi, koordinasi lintas fungsi dapat berjalan lebih cepat, pengambilan keputusan menjadi lebih efektif, dan investasi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga: Rosan Roeslani: Merger 3 Anak Perusahaan Pertamina Segera Final
Melalui Subholding Downstream, Pertamina menargetkan transformasi bisnis hilir, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Integrasi ini ditegaskan tidak akan mengganggu pelayanan publik, mitra usaha, maupun pekerja, melainkan diarahkan untuk menghadirkan pasokan energi yang semakin andal bagi masyarakat.
Target tersebut, menurut Simon, akan dicapai melalui penguatan kolaborasi lintas divisi dan diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi bangsa dan generasi mendatang sejalan dengan semangat Energizing Indonesia.
“Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat. Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi,” kata Simon.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menilai langkah integrasi ini sebagai wujud komitmen nyata perusahaan dalam mendukung Astacita swasembada energi.
"Integrasi bisnis hilir berlaku per 1 Februari 2026 ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan upaya penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi," kata Baron.
Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, Baron menambahkan Pertamina berupaya memastikan layanan energi kepada masyarakat Indonesia semakin optimal sekaligus tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Baca Juga: Purbaya Panggil Dirut Pertamina, Bahas Rencana Merger Anak Usaha
(Sumber: Antara)
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam diskusi yang bertajuk Powering the Future: Indonesia’s Strategy for a Just and Ambitious Energy Transition, World Economic Forum (WEF), Davos, Rabu, 21 Januari 2026. (ANTARA/HO-BKPM) (Antara)