Mentrans Sebut Produk Kawasan Transmigrasi Tembus Pasar Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 19:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pemandangan dari atas di kawasan transmigrasi yang baru dibuka di Desa Tinauka, Rio Pakava, Donggala, Sulawesi Tengah. (ANTARA/Basri Marzuki) Ilustrasi - Pemandangan dari atas di kawasan transmigrasi yang baru dibuka di Desa Tinauka, Rio Pakava, Donggala, Sulawesi Tengah. (ANTARA/Basri Marzuki) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan berbagai produk unggulan dari kawasan transmigrasi berhasil menembus pasar internasional melalui program unggulan Trans Karya Nusa sepanjang tahun 2025.

“Ini bukti kualitas bukan sekadar eksperimen. Beberapa produk yang dihasilkan oleh kawasan transmigrasi dan diekspor ke luar negeri di antaranya adalah cokelat, kopi, durian, nilam,” ujar Iftitah di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia mencontohkan keberhasilan ekspor biji kakao dari Kawasan Transmigrasi Kabupaten Polewali Mandar ke Yokohama, Jepang, serta pengiriman durian asal Parigi Moutong ke Tiongkok. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan peningkatan produksi dan daya saing komoditas unggulan dari kawasan transmigrasi.

Selain mendorong ekspor, Iftitah menyampaikan Program Trans Karya Nusa juga aktif mempromosikan kawasan transmigrasi kepada para investor guna membuka lebih banyak peluang kerja bagi transmigran maupun masyarakat sekitar.

“Investasi masuk, lapangan kerja terbuka, masyarakat lokal harus menjadi penerima manfaat utama,” katanya.

Baca Juga: Mentrans: Program Trans Tuntas Ubah Lahan Tak Bernilai Jadi Aset Ekonomi

Salah satu contoh konkret terlihat di Kawasan Transmigrasi Maloy-Kaliorang, Kalimantan Timur. Di kawasan tersebut, perusahaan asal Korea Selatan, LX International, berkomitmen merealisasikan investasi senilai Rp1,2 triliun yang diproyeksikan mampu membuka lebih dari 3.800 lapangan kerja.

Sebagai informasi, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memproyeksikan kawasan transmigrasi di Indonesia berpotensi menciptakan nilai ekspor baru sebesar Rp85 triliun hingga Rp120 triliun per tahun.

Iftitah menuturkan potensi peningkatan ekspor tersebut dapat dioptimalkan melalui pengembangan kawasan transmigrasi secara terintegrasi, mencakup pembangunan infrastruktur dasar, penguatan hilirisasi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai agregator, serta pemberian kepastian status pemanfaatan lahan.

Ia menambahkan, berbagai langkah tersebut diperkirakan mampu meningkatkan nilai tambah kawasan sebesar 20 hingga 35 persen, mendorong realisasi investasi sebesar 15 hingga 25 persen, serta menekan biaya logistik nasional sekitar 10 hingga 20 persen dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan.

Pengembangan kawasan transmigrasi secara terintegrasi juga diyakini dapat mendorong kenaikan nilai produktivitas ekonomi kawasan hingga Rp320 triliun sampai Rp410 triliun per tahun.

Baca Juga: Lebih dari 13 Ribu Transmigran Terima Sertifikat Hak Milik, Kementrans Pastikan Kepastian Lahan

(Sumber: Antara) 

x|close