VIDEO: Banjir Bikin Jembatan di Kolaka Utara Ambruk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Feb 2026, 07:45
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Banjir menerjang Desa Latawaro, Kecamatan Ranteangin, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (5/2/2026) malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat hingga merusak jembatan utama penghubung Desa Latawaro dengan Desa Totallang. Banjir menerjang Desa Latawaro, Kecamatan Ranteangin, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (5/2/2026) malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat hingga merusak jembatan utama penghubung Desa Latawaro dengan Desa Totallang. (kendari info)

Ntvnews.id, Jakarta - Banjir menerjang Desa Latawaro, Kecamatan Ranteangin, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (5/2/2026) malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat hingga merusak jembatan utama penghubung Desa Latawaro dengan Desa Totallang.

Kapolsek Ranteangin, Iptu Iskandar, mengatakan banjir terjadi setelah intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Arus sungai yang deras membuat pondasi dasar jembatan tidak mampu menahan tekanan air.

“Akibat hujan deras, debit air sungai meningkat drastis dan menyebabkan pondasi jembatan utama ambruk,” kata Iskandar, Jumat (6/2).

Setelah menerima laporan dari masyarakat, pihak kepolisian langsung memerintahkan Bhabinkamtibmas Desa Latawaro untuk turun ke lokasi bersama unsur pemerintah kecamatan, desa, serta dibantu masyarakat setempat.

Informasi dan video diunggah akun kendariinfo.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kendariinfo (@kendariinfo)

“Personel kami bersama pemerintah dan warga langsung melakukan pengamanan serta pengaturan di sekitar lokasi jembatan,” ujarnya.

Menurutnya, jembatan memiliki peran vital, karena menjadi akses utama penghubung antardesa sekaligus jalur penting mobilitas masyarakat. Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.Namun, kerusakan jembatan membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

Sementara kendaraan roda dua masih bisa melewati jembatan dengan pengawasan ketat. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati mengingat curah hujan masih tinggi dan berpotensi menimbulkan banjir susulan.

“Untuk sementara arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif, yakni Jalan Trans Sulawesi, sampai jembatan mendapat penanganan dari instansi terkait,” jelasnya.

Baca Juga: Jasad Pekerja Jembatan Terseret Arus Sungai Cisadane Ditemukan di Serpong

x|close