Ntvnews.id
Hingga saat ini, sebanyak 20 orang awak kapal telah berhasil diselamatkan dan kemudian dibawa ke Oman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kapal yang menjadi sasaran serangan tersebut adalah Mayuree Naree, milik perusahaan pelayaran Thailand Precious Shipping PCL.
Kapal itu diketahui berangkat dari sebuah pelabuhan di Khalifa Port, Uni Emirat Arab, pada Rabu dini hari sebelum akhirnya diserang sekitar pukul 11.00 waktu setempat ketika melintasi Selat Hormuz.
Setelah peristiwa tersebut terjadi, Angkatan Laut Kerajaan Thailand segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melaksanakan operasi penyelamatan.
Baca Juga: Iran Serang Dua Kapal di Selat Hormuz, Tiga Awak Kapal Thailand Hilang
Dalam operasi tersebut, Angkatan Laut Kerajaan Oman berhasil mengevakuasi 20 awak kapal asal Thailand dan membawa mereka menuju Khasab, yang berada di wilayah Oman.
Sementara itu, otoritas setempat masih terus melakukan pencarian terhadap tiga awak kapal lain yang dilaporkan belum ditemukan.
AL Thailand juga menyampaikan bahwa penyebab pasti serangan terhadap kapal tersebut masih belum dapat dipastikan dan hingga kini masih dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Iran Serang 5 Kapal Tangker di Perairan Teluk hingga Terbakar di Irak, Ada Kapal Thailand
(Sumber: Antara)
Api keluar dari kapal kargo setelah diserang di Selat Hormuz pada 11 Maret 2026. (ANTARA/Xinhua/Handout Royal Thai Navy) (Antara)