Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
(BMKG).
“Yang jelas Pemerintah DKI Jakarta mengantisipasi segala kemungkinan. Karena data dari BMKG itu setiap hari kita terima. Kami nggak perlu lagi menyampaikan bahwa perlu dilakukan,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan OMC akan disesuaikan dengan kondisi aktual. Apabila curah hujan tidak melampaui ambang 200 mm, maka operasi tersebut tidak dijalankan.
Pemprov DKI Jakarta juga turut berkontribusi dalam pelaksanaan OMC di wilayah penyangga ibu kota seperti Depok dan Tangerang. Selain itu, pemerintah daerah akan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan modifikasi cuaca di wilayah lain yang berpotensi terdampak.
Baca Juga: Ribuan Warga Jakarta Timur Terdampak Banjir, Belum Ada yang Mengungsi
Untuk kawasan sekitar Jakarta, Pramono bersama jajaran pemerintah daerah akan mengoordinasikan langkah yang diperlukan sesuai perkembangan situasi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengungkapkan evaluasi sementara menunjukkan OMC memberikan hasil yang cukup signifikan dalam pengendalian curah hujan.
“Berdasarkan hasil evaluasi data curah hujan, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sejak 30 Januari hingga hari ini terindikasi mampu menurunkan curah hujan sebesar 23,85 persen,” kata Isnawa pada Jumat, 20 Februari 2026.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi mitigasi yang ditempuh Pemprov DKI Jakarta guna menekan risiko banjir dan genangan di ibu kota.
Baca Juga: BPBD DKI Catat 61 RT dan 6 Jalan Tergenang Banjir Imbas Hujan Deras