Kemendes Matangkan Tata Kelola Dukungan Bank Dunia untuk Desa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 11:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pertemuan antara Kemendes PDT yang dipimpin Mendes PDT Yandri Susanto bersama Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk beserta jajaran di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026. ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT. Pertemuan antara Kemendes PDT yang dipimpin Mendes PDT Yandri Susanto bersama Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk beserta jajaran di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026. ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melakukan penyempurnaan rancangan tata kelola dukungan dari Bank Dunia untuk program pembangunan desa. Langkah ini ditempuh agar bantuan bagi ribuan desa di Indonesia benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan yang dipimpin Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto bersama Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk beserta jajaran, di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Dalam forum itu, Mendes Yandri menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi Bank Dunia terhadap pemerintah Indonesia, terutama dalam pendanaan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa.

Ia menilai masih diperlukan pembahasan lanjutan untuk mematangkan tata cara pengelolaan bantuan, mulai dari transparansi, skema distribusi, hingga fokus dan lokasi program.

“Dengan demikian, nanti pas dana itu benar-benar turun bisa tepat sasaran, berdampak, dan kemudian bisa mengangkat derajat rakyat di desa,” ujar dia.

Baca Juga: Mendes Yandri Tekankan Penguatan Pengawasan Internal Kemendes PDT

Saat ini, Kemendes PDT masih membahas besaran dukungan yang akan diberikan serta jumlah desa penerima manfaat. Pemerintah ingin memastikan program tidak memicu kecemburuan sosial, mengingat jumlah desa di Indonesia sangat banyak sementara penerima bantuan akan terbatas.

Mendes Yandri juga menegaskan bahwa perlu dicari formula terbaik antara nilai bantuan dan cakupan desa penerima tanpa mengorbankan mutu program.

“Nah, ini yang nanti akan sama-sama kami diskusikan dengan pihak Bank Dunia. Apa mungkin kalau kita turunkan sedikit jumlah bantuannya, tapi jumlah desa yang terafirmasi lebih banyak. Tapi sekali lagi tidak menurunkan kualitas maupun target yang ingin kita capai,” kata dia.

Lebih lanjut, ia berharap dukungan tersebut dapat disesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing desa sehingga mampu memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Program ini juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) serta menjadi stimulus agar intervensi tidak berhenti pada penyaluran dana semata, melainkan menghasilkan perubahan berkelanjutan.

Baca Juga: Kemendes Buka Peluang Sinergi dengan Masjid Nusantara untuk Perkuat Desa 3T

(Sumber: Antara) 

x|close