Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pria yang mengaku sebagai anggota kepolisian di SPBU 3413901 kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 22 Februari 2026.
"Polres Jaktim dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang mendalami kejadian tersebut dan juga orang yang mengaku aparat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia menegaskan, apabila nantinya terbukti pelaku merupakan anggota Polri, maka proses penanganan akan dilanjutkan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam).
Pernyataan senada disampaikan Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Radjo Alriadi Harahap yang menyebut pihaknya tengah berkoordinasi untuk memastikan status pelaku, apakah benar anggota Polri atau hanya mengaku-ngaku.
"Masih kami dalami dengan Reskrim Polrestro Jaktim terhadap pelaku pemukulan dimaksud," ujar Radjo.
Sebelumnya, salah satu operator SPBU 3413901, Lukman Hakim (19), mengaku sempat dikejar dan diancam oleh pria tersebut. Ia menceritakan kejadian itu terjadi saat dirinya bertugas pada sif malam.
Baca Juga: Dianiaya Oknum Aparat, Petugas SPBU di Cipinang Patah Gigi
"Saya dipukul bolak-balik. Saya lari ke belakang, ke arah fasilitas hunian sementara (mes). Dia kejar sambil bilang, 'Lari lu, mau ke mana lu, mau mati sekarang lu?'," kata Lukman Hakim di Jakarta Timur, Senin, 23 Februari 2026.
Lukman yang baru enam bulan bekerja setelah lulus SMK menjelaskan insiden bermula ketika sebuah mobil datang untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) sekitar pukul 22.00 WIB pada Minggu, 22 Februari 2026.
"Awalnya, saya lagi jaga malam, situasi lagi santai. Datang mobil pelaku masuk untuk isi bahan bakar minyak (BBM). Saya tunggu barcode-nya, tapi beberapa menit belum ditunjukkan," terang Lukman.
Ia menuturkan antrean kendaraan di belakang mulai memanjang sehingga dirinya berinisiatif mempercepat proses dengan meminta kode batang (barcode) subsidi sesuai prosedur yang ditetapkan Pertamina.
Situasi kemudian berubah tegang ketika kode batang yang ditunjukkan tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan.
Menurut Lukman, meskipun pelat nomor kendaraan sama, data serta jenis kendaraan yang tercantum dalam barcode berbeda sehingga memicu perselisihan di lokasi.
Baca Juga: Operator SPBU Cipinang Terima Ancaman Pembunuhan oleh Oknum Aparat
(Sumber: Antara)
Tangkapan layar kamera pengawas (closed circuit television/CCTV) terjadinya penganiayaan pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) oleh oknum diduga aparat di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin, 23 Februari 2026. ANTARA/Dokumentasi Pr (Antara)