Ntvnews.id, Moskow - Rob Jetten resmi menjabat sebagai perdana menteri termuda dalam sejarah Belanda setelah dilantik oleh Willem-Alexander dalam sebuah upacara di Huis ten Bosch, Den Haag, Senin, 23 Februari 2026.
Ketua Democrats 66 (D66) itu dipercaya memimpin pemerintahan koalisi baru hasil pemilu legislatif tahun sebelumnya. Pada usia 38 tahun, Jetten mencatatkan diri sebagai kepala pemerintahan termuda yang pernah dimiliki Belanda.
Dalam prosesi pelantikan, Jetten bersama 17 menteri dan 10 sekretaris negara mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Raja Willem-Alexander, dengan komitmen untuk menaati konstitusi dan menjalankan tugas sebaik-baiknya.
Dilan Yesilgoz-Zegerius dari People's Party for Freedom and Democracy (VVD) ditetapkan sebagai wakil perdana menteri pertama sekaligus menteri pertahanan.
Sementara itu, Bart van den Brink dari Christian Democratic Appeal (CDA) mengemban jabatan wakil perdana menteri kedua serta menteri suaka dan migrasi.
Posisi menteri luar negeri diisi oleh Tom Berendsen dari CDA yang sebelumnya merupakan anggota Parlemen Eropa. Adapun Sjoerd Sjoerdsma dari D66 dipercaya sebagai menteri perdagangan luar negeri, meski dirinya telah dikenai sanksi oleh China sejak 2021.
Baca Juga: Polisi Belanda Tangkap 16 Orang Diduga Sebarkan Propaganda ISIS via TikTok
Sejumlah posisi strategis lain juga diumumkan, antara lain David van Weel dari VVD sebagai menteri kehakiman dan keamanan, Pieter Heerma dari CDA sebagai menteri dalam negeri, serta Eelco Heinen dari VVD yang kembali dipercaya menjabat menteri keuangan.
Di luar rangkaian pelantikan, sekitar 20 aktivis dari organisasi Extinction Rebellion dilaporkan memblokade akses menuju istana sebagai bentuk protes, sebagaimana diberitakan media Belanda NOS.
Mereka menilai Jetten belum menunjukkan langkah tegas dalam kebijakan iklim serta dianggap melanjutkan kebijakan migrasi pemerintahan sebelumnya.
Dalam pemilu legislatif yang digelar pada 29 Oktober 2025, D66 meraih suara terbanyak dan mengungguli Party for Freedom (PVV) yang berhaluan kanan ekstrem, meskipun kedua partai sama-sama memperoleh 26 kursi parlemen. VVD mendapatkan 22 kursi, aliansi Hijau Kiri-Buruh meraih 20 kursi, dan CDA memperoleh 18 kursi.
Sebelumnya, Jetten menegaskan tidak akan membentuk koalisi dengan PVV pimpinan Geert Wilders. Sebagai pemenang pemilu, D66 kemudian membuka pembicaraan koalisi dengan VVD dan CDA guna membentuk pemerintahan baru, meski nantinya akan berstatus minoritas di parlemen.
Baca Juga: Belanda Sebut Ancaman Tarif Trump sebagai Pemerasan
Rob Jetten, perdana menteri baru Belanda. (ANTARA/Anadolu) (Antara)