Ntvnews.id, Jakarta - Bulan suci Ramadhan, DPRD DKI Jakarta menyoroti harga bahan pangan di pasaran. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh mengatakan bahwa penjualan beras tidak boleh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Menurut Nova, pihaknya telah melakukan pemantauan harga pangan bahkan sebelum Ramadhan. Saat itu, sejumlah komoditas sudah mulai mengalami kenaikan, dan kini beberapa harga disebut semakin meningkat.
“Kemarin itu waktu kita kunjungan sebelum Ramadhan itu memang sudah ada kenaikan. Tapi saya bisa dengar lagi sekarang kenaikannya makin tinggi sekali gitu kan terhadap misalnya cabai, bawang merah gitu kan," ucapnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Nova menjelaskan, memang pihaknya memiliki keterbatasan dalam mengontrol harga komoditas tertentu, terutama yang sangat bergantung pada pemasok. Namun, stabilitas harga masih bisa dijaga melalui perusahaan daerah.
Baca Juga: Mentan: Stok Beras Bulog Bakal Capai 6 Juta Ton dalam 3 Bulan
Ilustrasi beras (Pixabay)
Baca Juga: Hani Pramono Tinjau Safari Ramadhan dan Pasar Ibu Bisa
Beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Food Station Tjipinang Jaya dan Perumda Dharma Jaya memiliki peran penting dalam menjaga harga tetap stabil di pasaran.
Ia menegaskan, khusus untuk beras yang dijual melalui Food Station, harga tidak boleh melampaui HET. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
"Kan artinya kan memang tidak boleh misalnya kayak Food Station dia menjual beras di atas HET nggak boleh. Itu yang bisa kita jaga gitu kan baik dari istilahnya mungkin kayak Dharma Jaya daging ayam mungkin di sini ikan itu kan kita bisa-bisa terkontrol harganya," tegasnya.
Sementara itu, untuk komoditas seperti cabai dan bawang merah, ia mengaku tidak memiliki kendali penuh terhadap harga pasar. Hal tersebut karena harga sangat dipengaruhi oleh pasokan dari daerah produsen.
"Tapi kalau misalnya kayak bawang merah, cabai itu tergantung pemasok saya rasa kita nggak bisa kontrol seperti itu," tutupnya.
Beras (Antara)