Ntvnews.id
Dalam keterangannya kepada wartawan, Dujarric menegaskan bahwa jalur laut masih menjadi salah satu rute paling berbahaya bagi para migran yang mencoba menyeberang antarnegara.
Baca Juga: AS Hentikan Pemrosesan Visa Imigran dari 75 Negara, Ada Negara Tetangga RI
Sedikitnya 2.185 orang dilaporkan meninggal atau hilang di Laut Mediterania.
Sementara itu, 1.214 orang lainnya mengalami nasib serupa saat menempuh rute penyeberangan dari Afrika Barat melalui Samudra Atlantik menuju Kepulauan Canary.
Meski angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, Dujarric mengingatkan bahwa jumlah korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar dari yang tercatat secara resmi.
Berdasarkan data IOM, jumlah kematian migran pada 2025 memang lebih rendah dibandingkan hampir 9.200 kematian yang terdokumentasi pada 2024.
Namun, risiko tinggi dalam perjalanan migrasi lintas negara tetap menjadi perhatian serius komunitas internasional.
Baca Juga: AS Tangkap Lebih dari 480.000 Imigran Ilegal Sejak Trump Menjabat
(Sumber: Antara)
Pengungsi Sudan menunggu untuk naik bus untuk kembali ke Sudan di Kairo, Mesir pada Kamis 13 April 2025. ANTARA/Xinhua/Ahmed Gomaa (Antara)