Tips Aman Berkendara Jarak Jauh Saat Libur Lebaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 05:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip Foto - Montir memeriksa mobil pelanggan di Honda IBRM Cimahi, Jawa Barat, Rabu 19 Maret 2025. (ANTARA FOTO/Abdan Syakura/YU) Arsip Foto - Montir memeriksa mobil pelanggan di Honda IBRM Cimahi, Jawa Barat, Rabu 19 Maret 2025. (ANTARA FOTO/Abdan Syakura/YU) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan jauh untuk mudik maupun berwisata saat libur Lebaran diimbau melakukan pengecekan kendaraan secara menyeluruh. Langkah ini penting guna memastikan seluruh komponen utama mobil berada dalam kondisi optimal sehingga perjalanan tetap aman dan nyaman.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menekankan pentingnya pemeriksaan bagian-bagian krusial kendaraan yang berpengaruh langsung terhadap keselamatan berkendara, seperti ban, lampu, hingga sistem kelistrikan.

"Tekanan ban saat dingin harus sesuai rekomendasi pabrikan, tapak, dinding ban, benjolan, retak, serta keberadaan ban cadangan wajib diperiksa," katanya saat dihubungi dari Jakarta pada Senin, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa tekanan angin ban yang tidak sesuai dapat memicu keausan lebih cepat, meningkatkan potensi pecah ban, serta membuat konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien.

"Lampu, wiper, klakson, dan seluruh cairan penting kendaraan juga harus dicek," katanya.

Baca Juga: Tips Mudik Ala Mitsubishi Motors agar Perjalanan Lebih Lancar dan Aman

Bagi pemilik kendaraan bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE), perhatian perlu diberikan pada kondisi oli mesin, filter oli, cairan pendingin radiator, minyak rem, belt, selang, serta aki 12V.

"Bila oli sudah gelap, kental, atau mendekati interval penggantian, segera ganti sebelum berangkat," kata Yannes.

"Gejala seperti rem kurang pakem, setir terasa aneh, aki melemah, atau AC tidak dingin sebaiknya ditangani lebih awal," ia menambahkan.

Ia juga mengingatkan bahwa kendaraan bertransmisi manual memerlukan pengecekan tambahan pada pelat kopling.

Kondisi kopling yang kurang baik berisiko menyebabkan overheat hingga mogok, terutama saat menghadapi kemacetan panjang dan suhu udara yang tinggi.

Sementara itu, untuk mobil listrik, pemeriksaan mencakup kondisi aki 12V, kabel serta port pengisian daya, hingga sistem baterai dan pendinginannya.

Pengguna mobil listrik dianjurkan menyusun rute perjalanan dan rencana pengisian daya dengan bantuan aplikasi seperti Google Maps, PLN Mobile, atau Voltron.

Baca Juga: Mudik Pakai Mobil Listrik Tanpa Cemas Kehabisan Daya, Ini 4 Strategi Aman dan Nyaman

Pengisian daya baterai hingga 80 persen sampai 100 persen menjelang keberangkatan juga disarankan untuk mengantisipasi kebutuhan energi selama perjalanan.

Jika muncul notifikasi peringatan pada aki 12V, gangguan sistem pengisian, atau performa pengisian daya yang tidak normal, kendaraan sebaiknya segera dibawa ke bengkel guna pemeriksaan dan perbaikan lebih lanjut.

Menurut Yannes, waktu ideal untuk melakukan pengecekan kendaraan adalah satu hingga dua pekan sebelum hari keberangkatan.

Dengan demikian, bengkel memiliki waktu yang cukup untuk mendeteksi potensi masalah, mengganti suku cadang, serta melakukan perbaikan yang diperlukan.

Selain pemeriksaan teknis, pemilik kendaraan juga dianjurkan melakukan uji coba berkendara sebelum memulai perjalanan jauh.

Pemeriksaan menyeluruh dan penggantian komponen penting secara preventif dinilai mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus meminimalkan risiko mogok maupun kecelakaan selama perjalanan mudik dan libur Lebaran.

(Sumber: Antara)

x|close