Pramono Tawarkan JPO Terhubung Langsung ke Gedung Sarinah, Namun Terkendala Status Cagar Budaya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Mar 2026, 05:50
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sempat menawarkan rencana integrasi jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan gedung Sarinah di kawasan Jakarta Pusat. 

Menurut orang nomor satu di DKI tersebut, pihaknya sebenarnya ingin membuat akses langsung dari JPO menuju ke dalam gedung Sarinah agar mobilitas pejalan kaki menjadi lebih praktis dan nyaman. Sayangnya, pengelola Sarinah masih mempertimbangkan aspek pelestarian bangunan bersejarah tersebut.

“Sebenarnya kami sudah menawarkan JPO ini masuk langsung ke Sarinah. Tetapi Sarinah ini 'heritage' (warisan), cagar budaya. Sehingga mereka masih ingin mempertahankan itu,” ungkap Pramono di Sarinah, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2026.

Ia menilai jika akses JPO dapat terhubung langsung dengan pusat perbelanjaan, manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat. Selain mempermudah mobilitas pejalan kaki, langkah ini juga diyakini dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Baca Juga: Pramono Resmikan JPO Sarinah yang Dibongkar Anies

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun telah berdiskusi dengan jajaran terkait, termasuk Asisten Pembangunan, untuk kembali menjajaki kemungkinan kerja sama dengan pihak Sarinah di masa mendatang.

Saat ini, JPO Sarinah telah selesai direvitalisasi dan diresmikan langsung oleh Pramono. Jembatan penyeberangan yang dikenal sebagai salah satu JPO pertama di Jakarta tersebut kini hadir dengan fasilitas yang lebih modern serta ramah bagi penyandang disabilitas.

Beberapa fasilitas baru yang tersedia antara lain lift serta jalur pemandu atau guiding block di area trotoar untuk membantu mobilitas penyandang disabilitas.

Direktur Utama Transjakarta, Welfizon menjelaskan bahwa penataan JPO ini merupakan bagian dari program revitalisasi halte dan penataan kawasan pedestrian.

Ke depan, kawasan tersebut juga akan mengalami pengembangan lebih lanjut. Proyek pelebaran trotoar oleh MRT Jakarta direncanakan mulai dilakukan pada Mei mendatang.

Pelebaran trotoar sekitar 2,6 meter ini diharapkan mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi pejalan kaki sekaligus menciptakan kawasan yang lebih nyaman, tertata, dan terintegrasi.

x|close