Ntvnews.id, Canbera - Mantan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern dilaporkan telah membawa keluarganya pindah ke Australia. Langkah ini disebut sejalan dengan tren sebagian warga Selandia Baru yang memilih menetap di negara tetangga tersebut.
Dilansir dari CNN, Selasa, 10 Maret 2026, kantor Ardern mengonfirmasi pekan lalu bahwa perempuan berusia 45 tahun itu bersama keluarganya kini tinggal di Sydney.
Media News.com.au melaporkan bahwa Ardern sempat terlihat meninjau sejumlah properti di kawasan pantai utara Sydney yang dikenal sebagai wilayah makmur. Seorang juru bicara Ardern menyampaikan bahwa untuk sementara mereka berbasis di Australia karena alasan pekerjaan.
“Untuk saat ini mereka bermarkas di Australia, mereka punya pekerjaan di sana, dan itu memberikan keuntungan tambahan berupa lebih banyak waktu di rumah di Selandia Baru,” kata juru bicara Ardern.
Baca Juga: Dapat Ancaman, PM Australia Albanese Dievakuasi dari Kediamannya
Spekulasi mengenai kepindahan Ardern muncul setelah ia terlihat mempertimbangkan untuk menetap di Australia bersama suaminya, Clarke Gayford, yang merupakan pembawa acara televisi, serta putri mereka yang berusia tujuh tahun, Neve Gayford.
Ardern sendiri pernah mencatat sejarah sebagai kepala pemerintahan perempuan termuda di dunia saat menjabat pada usia 37 tahun pada 2017.
Belum lama ini, Ardern juga mengunjungi Gerringong, sekitar 130 kilometer di selatan Sydney di kawasan Illawarra. Ia menghadiri acara Gerringong Community Expo bersama sahabatnya, Annette King, yang dikenal sebagai anggota parlemen perempuan dengan masa jabatan terlama di Selandia Baru.
Wali Kota Kiama, Cameron McDonald, mengaku terkejut ketika mengetahui Ardern hadir dalam kegiatan komunitas tersebut.
Australia (Istimewa)
Menurut McDonald, ia sempat mengatakan kepada Ardern bahwa wilayah tersebut memiliki lanskap yang mirip dengan Selandia Baru, dengan perbukitan hijau dan kawasan peternakan sapi perah. Ardern disebut mengakui bahwa daerah tersebut memang sangat indah.
Ardern sebelumnya membuat pengumuman mengejutkan pada 2023 dengan menyatakan mundur dari jabatan Perdana Menteri setelah enam tahun memimpin Selandia Baru. Ia awalnya mengambil alih kepemimpinan Partai Buruh Selandia Baru hanya tujuh minggu sebelum pemilihan umum 2017, menggantikan Andrew Little yang mengundurkan diri.
Baca Juga: Menlu Ungkap Australia Bakal Tambah Kampus di Indonesia
Sebelum memenangkan pemilu, Ardern juga mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung anak pertama. Ia kemudian menjadi salah satu pemimpin dunia yang melahirkan saat masih menjabat pada Juni 2018.
Selama masa kepemimpinannya, Ardern dikenal luas karena pendekatan kepemimpinan yang empatik. Ia memimpin negara tersebut melalui berbagai krisis besar, termasuk Serangan Masjid Christchurch 2019 yang memicu reformasi kebijakan pengendalian senjata, bencana letusan White Island, serta pandemi COVID-19.
Setelah meninggalkan jabatan, Ardern menjalani peran baru sebagai peneliti di Harvard University di Amerika Serikat. Ia juga merilis memoar pada 2025 berjudul A Different Kind of Power.
Australia (Istimewa)