A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang RS di Kabul, 400 Orang Tewas - Ntvnews.id

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang RS di Kabul, 400 Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 06:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Militer Pakistan melancarkan serangan udara ke sejumlah kota besar di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat, 27 Februari 2026 waktu setempat Militer Pakistan melancarkan serangan udara ke sejumlah kota besar di Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat, 27 Februari 2026 waktu setempat (Istimewa)

Ntvnews.id, Kabul - Pemerintah Afghanistan menuduh militer Pakistan melancarkan serangan udara yang menyasar sebuah rumah sakit rehabilitasi pengguna narkoba di ibu kota Kabul. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 400 orang.

Namun, pihak Pakistan membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang tidak benar serta menyesatkan publik. Islamabad menegaskan bahwa operasi militernya hanya menargetkan fasilitas militer di Kabul dan Provinsi Nangarhar pada Senin, 16 Maret 2026.

Dilansir dari AFP, Rabu, 18 Maret 2026, serangan terhadap Rumah Sakit Perawatan Kecanduan Omar di Kabul terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat, menurut Wakil Juru Bicara pemerintah Taliban, Hamdullah Fitrat.

Fasilitas kesehatan yang memiliki kapasitas hingga 2.000 tempat tidur itu dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut.

Baca Juga: China Harap Afghanistan-Pakistan Selesaikan Perselisihan Lewat Dialog

"Sayangnya, jumlah korban tewas sejauh ini mencapai 400 orang, sementara sekitar 250 orang lainnya dilaporkan terluka. Tim penyelamat saat ini berada di lokasi kejadian, berupaya mengendalikan api dan menemukan jenazah korban yang tersisa," tambahnya.

Rekaman dari stasiun televisi lokal memperlihatkan petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di tengah puing-puing bangunan yang hancur.

Seorang petugas keamanan rumah sakit, Omid Stanikzai (31), mengaku sempat mendengar suara jet tempur berpatroli sebelum serangan terjadi.

Tentara Afghanistan  <b>(Al Jazeera)</b> Tentara Afghanistan (Al Jazeera)

"Ada unit-unit militer di sekitar kami. Ketika unit-unit militer ini menembaki jet tersebut, jet itu menjatuhkan bom dan kebakaran pun terjadi," katanya.

Ia menambahkan bahwa seluruh korban, baik yang meninggal maupun terluka, merupakan warga sipil.

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah bentrokan bersenjata dilaporkan terjadi di sepanjang perbatasan kedua negara, yang menewaskan empat orang di pihak Afghanistan. Insiden tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik paling mematikan antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir yang kini memasuki minggu ketiga.

Baca Juga: Afghanistan Tawarkan Dialog Damai ke Pakistan di Tengah Perang

Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, mengecam keras serangan tersebut dan menuding Pakistan kembali melanggar wilayah udara Afghanistan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Afghanistan menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Ia mengatakan pemerintah Afghanistan menganggap "tindakan seperti itu bertentangan dengan semua prinsip yang diterima, dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan".

Sementara itu, juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Mosharraf Zaidi, kembali menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan menyatakan tidak ada rumah sakit yang menjadi target serangan di Kabul.

x|close