Ntvnews.id, Washington - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada Selasa, 24 Maret 2026, mengumumkan rencana untuk melakukan setidaknya satu pendaratan di Bulan setiap tahun mulai 2027 sebagai bagian dari penguatan program Artemis.
“Pengumuman ini memperkuat pembaruan program Artemis, termasuk standarisasi konfigurasi roket SLS (Space Launch System), penambahan satu misi pada 2027, serta pelaksanaan pendaratan di permukaan Bulan setiap tahun setelahnya,” demikian pernyataan resmi NASA.
Baca Juga: NASA Gunakan AI Canggih untuk Ramal Aktivitas Matahari dan Cuaca Antariksa
Sebelumnya pada hari yang sama, Administrator NASA Jared Isaacman menyampaikan bahwa lembaga tersebut membatalkan rencana pembangunan stasiun luar angkasa Lunar Gateway yang sebelumnya dirancang berada di orbit Bulan.
Kebijakan ini diambil karena fokus program kini dialihkan pada pembangunan infrastruktur langsung di permukaan Bulan guna mendukung misi jangka panjang.
Program Gateway yang dipimpin NASA sebelumnya merupakan proyek kerja sama internasional untuk membangun stasiun luar angkasa pertama di orbit Bulan.
Baca Juga: China Mau Luncurkan Proyek Wisata Luar Angkasa Pertama di Dunia
Fasilitas tersebut dirancang sebagai sarana uji coba teknologi guna mendukung keberlangsungan manusia di ruang angkasa dalam jangka panjang sekaligus menjadi bagian dari persiapan misi menuju Mars.
(Sumber: Antara)
Photo file: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan SpaceX menunda peluncuran misi Europa Clipper yang dijadwalkan pada Kamis (10/10/2024) ke bulan Jupiter, Europa, karena keberadaan badai Milton, kata badan antariksa AS dalam se (Antara)