Kemenhut Intensifkan Pemadaman Karhutla di Riau, 265 Operasi Dilakukan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2026, 20:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Manggala Agni Kemenhut melakukan pemadaman karhutla di wilayah Riau. ANTARA/HO-Kemenhut Manggala Agni Kemenhut melakukan pemadaman karhutla di wilayah Riau. ANTARA/HO-Kemenhut (Antara)


Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kehutanan Republik Indonesia terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Bersama tim Manggala Agni, hingga kini telah dilaksanakan sebanyak 265 operasi pemadaman di berbagai titik terdampak.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho menyampaikan bahwa luas lahan terbakar di Riau pada periode Januari hingga Februari 2026 mencapai 4.440,21 hektare dan masih berpotensi bertambah akibat kondisi cuaca.

"Luas karhutla di Riau periode Januari hingga Februari 2026 telah mencapai 4.440,21 ha, dan angka ini terus meningkat seiring kondisi cuaca yang rentan. Hingga saat ini, regu gabungan telah berhasil melakukan pemadaman darat sebanyak 265 operasi di beberapa titik," ujar Dwi dalam pernyataan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa intensifikasi operasi dilakukan seiring meluasnya area kebakaran serta kondisi cuaca kering ekstrem yang menyebabkan seluruh wilayah Riau berada pada kategori sangat rawan karhutla.

Dalam penanganannya, Kemenhut bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Polri, TNI, Pemerintah Provinsi Riau, masyarakat, serta sektor swasta untuk memperkuat langkah pengendalian.

Upaya pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara terus digencarkan guna menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Safari Ramadhan di Riau, Kapolri Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Persatuan

Untuk mendukung deteksi dini, Kemenhut memanfaatkan pemantauan titik panas melalui sejumlah satelit seperti Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA20. Berdasarkan data Satelit Terra/Aqua (NASA) dengan tingkat kepercayaan tinggi pada periode 1 Januari hingga 26 Maret 2026, terdapat 625 titik panas di seluruh Indonesia, dengan 42,56 persen atau 266 titik berada di Riau.

Dalam menghadapi tantangan di lapangan, Kemenhut telah mengerahkan 387 personel gabungan.

Selain itu, dukungan tambahan juga datang dari regu Bantuan Kendali Operasi (BKO) Manggala Agni dari luar wilayah, yakni Daops Bukit Tempurung dan Kota Jambi, serta Labuhan Batu di Sumatera Utara.

Secara terpisah, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menyatakan bahwa tim Manggala Agni saat ini masih fokus melakukan pemadaman di sejumlah lokasi prioritas bersama satuan tugas daerah.

Beberapa wilayah yang menjadi fokus penanganan antara lain Kelurahan Mundam di Dumai, SM Giam Siak Kecil, Desa Merbau dan Pulau Muda di Pelalawan, Desa Talang Jerinjing di Indragiri Hulu, serta Pulau Rupat di Bengkalis.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Meluas di Asutralia, Lebih dari 16 Rumah Hangus

"Strategi awal saat ini adalah melakukan penyekatan api agar kebakaran tidak meluas, kemudian memukul dan mematikan kepala api serta mematikan sumber potensi asap utama," ujar Ferdi.

Ia juga mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan sumber air akibat rendahnya curah hujan, yang berdampak pada menurunnya tinggi muka air tanah, terutama di wilayah gambut.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Manggala Agni bersama masyarakat dan pemerintah daerah setempat memanfaatkan alat berat guna membuat embung air, membersihkan kanal, serta memperlebar sekat guna mendukung proses pemadaman.

(Sumber: Antara)

x|close