Ntvnews.id, Stockholm - Seorang jaksa di Swedia mendakwa seorang pria berusia 62 tahun yang diduga menjual jasa seksual istrinya kepada lebih dari 120 pria. Tersangka menghadapi sejumlah tuduhan serius, mulai dari mucikari berat, pemerkosaan, hingga penyerangan.
Dilansir dari AFP, Selasa, 31 Maret 2026, pria tersebut ditangkap pada akhir Oktober setelah sang istri melaporkannya kepada polisi di wilayah utara Swedia. Sejak saat itu, ia masih berada dalam tahanan.
Dalam dokumen dakwaan disebutkan bahwa selama bertahun-tahun pria tersebut meraup keuntungan finansial dengan memaksa istrinya "untuk melakukan dan tunduk pada tindakan seksual".
Ia juga dituduh membuat iklan secara daring, mengatur pertemuan dengan klien, mengawasi, serta menekan korban untuk melakukan aktivitas seksual secara online demi menarik lebih banyak pelanggan.
Baca Juga: The Hostage's Hero Angkat Kisah Heroik Sejarah TNI AL, Basmi Perompak di Selat Malaka
Selain itu, terdakwa disebut melakukan kekerasan dan ancaman terhadap korban, termasuk memanfaatkan ketakutan serta kondisi kecanduan narkoba yang dialami istrinya. Jaksa menggambarkan tindakan tersebut sebagai "eksploitasi kejam".
Dakwaan juga memuat sejumlah ancaman yang dilontarkan kepada korban, termasuk peringatan mengenai pelepasan "monster".
Jaksa Ida Annerstedt sebelumnya menyatakan bahwa pihak berwenang telah mengidentifikasi sekitar 120 orang yang diduga membeli jasa seksual tersebut. Peristiwa ini diperkirakan berlangsung sejak 11 Agustus 2022 hingga 21 Oktober 2025.
Selain dakwaan mucikari berat, pria tersebut yang membantah seluruh tuduhan juga dijerat dengan delapan kasus pemerkosaan, termasuk insiden yang melibatkan klien serta kasus di mana korban dipaksa melakukan tindakan seksual terhadap dirinya sendiri. Ia juga didakwa atas empat percobaan pemerkosaan dan empat kasus penyerangan.
Pengacara korban, Silvia Ingolfsdottir, menyebut perkara ini sebagai rangkaian "kejahatan serius dan berat" yang dialami kliennya.
"Dia sekarang berharap untuk mendapatkan keadilan," kata Ingolfsdottir dalam pesan teks.
Menurut laporan penyiar publik SVT, pria tersebut sebelumnya merupakan anggota berpangkat tinggi dalam kelompok motor Hells Angels. Sidang kasus ini dijadwalkan mulai digelar pada 13 April mendatang.
Ilustrasi - Tahanan di dalam penjara. ANTARA/HO-Shutterstock/pri (Antara)