Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menyampaikan bahwa serangan terhadap Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) pada Ahad, 29 Maret 2026 mengakibatkan tiga personel RI terluka, termasuk satu yang kondisinya parah.
“Ada tiga rekan yang luka, satu luka berat dan saat ini masih koma, kemudian dua mengalami luka ringan,” kata Sugiono dalam pernyataan pers di sela kunjungannya ke Tokyo, Senin, sebagaimana rekaman suara yang diterima di Jakarta.
Sugiono menjelaskan, Wakil Tetap RI untuk PBB di New York akan segera bertemu pejabat senior PBB yang membawahi pasukan penjaga perdamaian.
Baca Juga: TNI Berduka, Prajurit Satgas UNIFIL Gugur di Lebanon Selatan
“Dalam pertemuan tersebut, perwakilan RI akan membahas pemulasaran jenazah personel TNI yang gugur serta menyampaikan desakan supaya UNIFIL melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut,” ujarnya.
“Kami meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini,” tegas Menlu.
Ia juga memberikan penghormatan tertinggi kepada personel RI yang gugur dalam tugas, terutama di saat menjalankan misi kemanusiaan “yang amat penting bagi perdamaian dan kelangsungan hidup manusia.”
Berdasarkan konfirmasi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, personel Kontingen Garuda yang gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon. Sementara tiga yang terluka ialah Praka Rico Pramudia, yang mengalami luka berat hingga koma, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang menderita luka ringan.
Praka Rico telah dievakuasi ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk perawatan intensif, sedangkan dua prajurit yang luka ringan mendapat perawatan di Rumah Sakit Level I UNIFIL.
Mereka mengalami luka akibat pos penugasan kontingen Indonesia di Kota Adshit Al-Qusyar, Lebanon selatan, terkena serangan artileri.
Baca Juga: UNIFIL Investigasi Serangan Artileri di Lebanon yang Tewaskan Prajurit Indonesia
Meski terjadi insiden tersebut, Mayjen Aulia menegaskan komitmen TNI untuk tetap menjalankan misi perdamaian di Lebanon secara profesional.
“TNI menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit,” kata Mayjen Aulia.
(Sumber: Antara)
Menlu Sugiono saat memberikan keterangan kepada wartawan di sela-sela mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026) (ANTARA/HO-Bakom RI) (Antara)