Ntvnews.id, Kabul - Lebih dari 40 orang dilaporkan meninggal dunia dalam sepekan terakhir akibat banjir besar dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Afghanistan. Informasi tersebut disampaikan oleh Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional (ANDMA) pada Rabu.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan lebih dari 60 orang mengalami luka-luka.
"Dari tanggal 25 Maret hingga 30 Maret, sebanyak 28 orang tewas di Provinsi Kabul, Kapisa, Parwan, Panjshir, Bamyan, Daykundi, Paktia, Paktika, Logar, dan Zabol, dengan 49 lainnya di Provinsi Kandahar, Helmand, Herat, Ghor, Balkh, Badghis, Samangan, Sari-Pul, Baghlan, Takhar, Jawzjan, Faryab, Badakhshan, Nangarhar dan Laghman terluka," katanya.
Baca Juga: Kampung Nelayan Ciptakan Banyak Lapangan Kerja: Dari 2 Menjadi 12 Jenis Pekerjaan
Juru bicara ANDMA, Mohammad Youssef Hammad, menambahkan bahwa pada 31 Maret saja, sedikitnya 14 orang meninggal dunia dan 17 lainnya mengalami luka dalam kejadian yang dipicu hujan deras dan banjir.
Selain menelan korban jiwa, bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan signifikan. Sebanyak 476 rumah dilaporkan hancur atau mengalami kerusakan, sementara hampir 500 hektare lahan pertanian tersapu banjir.
Kerusakan juga meluas ke sektor ekonomi dan infrastruktur dasar. Sedikitnya 16 toko, 23 sumur air, serta sejumlah jaringan distribusi air dilaporkan rusak akibat terjangan banjir.
Ilustrasi banjir (Pixabay/ jsptoa)