Pemerintah Percepat Penyempurnaan Program MBG, Ribuan Dapur Disuspensi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 20:16
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Kamis (2/4/2026). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Kamis (2/4/2026). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat penyempurnaan implementasi serta meningkatkan efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama pada operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa hingga Minggu, 30 Maret 2026, program tersebut telah menjangkau seluruh provinsi di Indonesia dengan puluhan juta penerima manfaat.

“Progres (hingga) 30 Maret 2026 itu sudah berada di 38 provinsi, mencapai 61.680.043 penerima manfaat. Sementara, sebanyak 26.066 SPPG telah beroperasi, dengan 2.162 (di antaranya) ditutup sementara, yang di-suspend (ditangguhkan) 1.789 (dapur), (dikenakan) SP1 368 (dapur), (dikenakan) SP2 (sebanyak) lima (dapur), sehingga totalnya 2.162 (dapur),” kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.

Ia menuturkan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan dan evaluasi agar pelaksanaan program berjalan optimal sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Antusiasme Relawan SPPG di Hari Pertama Operasional Kembali MBG

“Karena sebagaimana kita tahu MBG ini kan program yang sangat besar, memberikan 60 juta anak-anak kita makan, tentu tidak mudah dengan segala dinamikanya. Tapi kita terus, pemerintah terus melakukan penyempurnaan-penyempurnaan. Itu masih ada kurang-kurangnya di sana-sini, tapi insya Allah akan semakin bagus,” jelas dia.

Lebih lanjut, Zulhas menegaskan bahwa dapur SPPG yang tidak melakukan perbaikan setelah diberikan peringatan maupun penangguhan berpotensi ditutup secara permanen.

“Jadi tadi ada 2.162 jumlah totalnya. Tapi 1.789 di-suspend agar bisa diperbaiki. Kalau tidak diperbaiki, ya, kita tutup juga,” ujar dia.

Selain aspek dapur, pemerintah juga memperhatikan efektivitas distribusi program kepada siswa, termasuk kebijakan saat hari libur seperti Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Baca Juga: Antusiasme Relawan SPPG di Hari Pertama Operasional Kembali MBG

“Kalau libur Lebaran kan kalau dimasukkan juga tidak efektif. Jadi itu libur tidak ada lagi (pemberian MBG kepada siswa),” kata Zulhas.

Ia berharap, program MBG dapat terus mengalami perbaikan sehingga semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga akhir tahun.

“Tentu (harapannya) semakin hari akan semakin baik. Atas perintah Bapak Presiden, kita diminta sudah sempurna sebelum akhir tahun, mudah-mudahan. Mohon doa dan dukungannya,” ujar Zulhas menambahkan.

(Sumber: Antara)

x|close