Pemerintah Percepat Distribusi MBG, Fokus Perluasan ke Pesantren

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 20:43
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) dalam rapat koordinasi terbatas terkait percepatan perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) dalam rapat koordinasi terbatas terkait percepatan perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, Kamis (2/4/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah terus mengakselerasi penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mencapai target 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir 2026. Salah satu fokus utama saat ini adalah memperluas jangkauan program ke lingkungan pesantren yang tingkat cakupannya masih relatif rendah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa distribusi MBG di sekolah umum telah mencapai sekitar 80 persen, sementara di pesantren baru menyentuh kisaran 10 persen.

“Kalau yang sekolah umum sudah hampir 80 persen, sedangkan pondok ini kira-kira baru 10 persen. Jadi, ini soal pendataan, padahal pondok ini kita sudah 2-3 kali rapat (terkait MBG), karena memang kami concern (perhatian) betul. Pondok ini perlu kita perhatikan, karena mereka paling memerlukan, santri-santri di situ perlu makanan yang bergizi,” kata Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah membuka jalur distribusi khusus bagi pesantren dan lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag) yang terhubung langsung dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pendataan sekaligus penyaluran bantuan.

Baca Juga: MBG Prasmanan di Cianjur Disambut Antusias Siswa, SPPG Siap Keliling Sekolah Tiap Pekan

“Pondok sekarang punya jalur khusus, kita akan percepat, karena pondok tadi baru 10 persen, ini juga soal pendataan, jadi kita akan sempurnakan, termasuk untuk sekolah-sekolah madrasah, ada tsanawiyah, aliyah, semua sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag,” ucap Zulhas.

Selain itu, pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program, khususnya terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga 30 Maret 2026, program MBG telah menjangkau 38 provinsi dengan total 61.680.043 penerima manfaat.

Tercatat ada 26.066 unit SPPG yang beroperasi, namun 2.162 di antaranya sedang dalam penanganan, termasuk yang ditangguhkan sementara untuk perbaikan.

“Progres hingga 30 Maret 2026, sudah berada di 38 provinsi, mencapai 61.680.043 penerima manfaat. Sementara sebanyak 26.066 SPPG telah beroperasi, dengan 2.162 diantaranya ditutup sementara, yang di-suspend (ditangguhkan) 1.789 dapur, dikenakan SP1 368 (dapur), SP2 lima (dapur), sehingga totalnya 2.162 (dapur),” ujar Zulhas.

Ia menambahkan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan dan penyempurnaan agar program MBG berjalan optimal sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Optimalisasi Program MBG Jadi Lima Hari, Pemerintah Klaim Potensi Hemat Rp20 Triliun

“Karena sebagaimana kita tahu MBG ini kan program yang sangat besar, memberikan 60 juta anak kita makan, tentu tidak mudah dengan segala dinamikanya. Tapi, kita terus, pemerintah terus melakukan penyempurnaan-penyempurnaan. Itu masih ada kurang-kurangnya di sana-sini, tapi insya Allah akan semakin bagus,” ujarnya.

Zulkifli Hasan juga menegaskan bahwa dapur SPPG yang tidak menunjukkan perbaikan meskipun telah diberikan peringatan berpotensi dihentikan operasionalnya.

“Jadi, tadi ada 2.162 jumlah totalnya. Tapi, 1.789 di-suspend agar bisa diperbaiki. Kalau tidak diperbaiki, ya kita tutup juga,” ucapnya.

(Sumber: Antara)

x|close