Ntvnews.id, Beirut - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menyatakan akan mengajukan protes resmi setelah insiden perusakan kamera pengawas oleh tentara Israel di markas mereka di Naqoura pada Sabtu 4 April 2026.
Juru Bicara UNIFIL, Candice Ardell, dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa sejak Jumat 3 Maret 2026, pasukan Israel telah menghancurkan seluruh kamera yang mengarah ke Jalan Menghi di area markas besar misi tersebut di Naqoura, Lebanon.
Baca Juga: Puan Maharani Desak Dunia Bertanggung Jawab atas Serangan UNIFIL
"Kamera-kamera itu diposisikan semata-mata untuk memantau area sekitar kompleks UNIFIL, memastikan keamanan pasukan penjaga perdamaiannya."
Ardell menegaskan bahwa pihak UNIFIL telah menyampaikan keprihatinan mendalam kepada militer Israel terkait kejadian tersebut dan akan menindaklanjutinya dengan langkah resmi.
Baca Juga: 2 Prajurit TNI Terluka di Lebanon Dirawat di Beirut, TNI Tunggu Hasil Investigasi UNIFIL
"UNIFIL telah menyampaikan keprihatinan serius mereka kepada militer Israel dan akan mengajukan protes resmi."
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, yang melibatkan sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Insiden tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kejadian berulang yang memengaruhi posisi dan operasional UNIFIL di wilayah Lebanon selatan.
(Sumber: Antara)
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan dukacita atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL). (Istimewa)