AS dan Iran Bahas Gencatan Senjata 45 Hari sebagai Tahap Awal Penyelesaian Konflik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Apr 2026, 14:35
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Amerika Serikat, Iran, serta sejumlah mediator regional dilaporkan tengah membahas skema gencatan senjata selama 45 hari sebagai tahap awal dari rencana dua fase untuk mengakhiri konflik yang berlangsung.

Media Axios, mengutip sumber terkait pada Minggu, melaporkan bahwa pemerintahan Donald Trump telah mengajukan beberapa proposal kepada Iran dalam beberapa hari terakhir. Namun, hingga kini pihak Teheran belum menyetujui satu pun usulan tersebut.

Sumber tersebut juga menilai peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat masih kecil, dengan kemungkinan tercapai dalam 48 jam ke depan tergolong rendah.

Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran seperti pembangkit listrik dan jembatan, serta menuntut agar Selat Hormuz dibuka.

Menurut laporan tersebut, kesepakatan yang sedang dirancang terdiri dari dua tahap. Tahap pertama mencakup penerapan gencatan senjata selama 45 hari, yang akan dimanfaatkan untuk merundingkan kesepakatan damai final. Gencatan senjata ini juga berpotensi diperpanjang jika dibutuhkan waktu tambahan dalam proses negosiasi.

Baca Juga: Iran Tembak Jatuh Jet Tempur Milik Amerika

Tahap kedua dari rencana tersebut adalah penandatanganan kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri perang.

Sumber Axios menilai bahwa isu krusial seperti pembukaan penuh Selat Hormuz serta kepemilikan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi oleh Iran kemungkinan baru dapat diselesaikan dalam kesepakatan akhir.

Selain itu, mediator disebut tengah berupaya membangun kepercayaan antara kedua pihak, termasuk dengan mengeksplorasi langkah-langkah yang dapat diambil Washington untuk memenuhi sebagian tuntutan Teheran.

Pada Minggu, 5 April 2026, Trump mengatakan kepada Axios bahwa AS tengah menjalani negosiasi intensif dengan Iran, dan kesepakatan berpotensi tercapai secepatnya pada Selasa, 7 April 2026. Ia juga sebelumnya menyebut bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran berjalan produktif.

Baca Juga: AS–Iran Disebut Sedang Bahas Gencatan Senjata 45 Hari, Diplomasi Berjalan di Tengah Ancaman Eskalasi

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya dialog langsung dengan AS, namun mengakui telah menerima pesan melalui perantara terkait keinginan Washington untuk membuka jalur diplomasi guna mengakhiri konflik.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Iran kemudian membalas dengan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan.

(Sumber: Antara)

x|close