Iran Klaim AS Setujui Proposal 10 Poin untuk Akhiri Konflik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 13:35
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Seorang pengunjuk rasa membawa poster di depan Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, Selasa (7/4/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Li Rui/tom. Ilustrasi - Seorang pengunjuk rasa membawa poster di depan Gedung Putih, Washington, D.C., Amerika Serikat, Selasa (7/4/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Li Rui/tom. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Pemerintah Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat secara prinsip telah menerima proposal berisi 10 poin yang ditujukan untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung. Informasi tersebut disampaikan oleh lembaga penyiaran resmi Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebutkan bahwa proposal tersebut akan menjadi dasar dalam proses negosiasi menuju kesepakatan yang lebih luas, meskipun rincian lengkapnya belum dipublikasikan secara terbuka.

Berdasarkan laporan IRIB, isi proposal mencakup sejumlah poin penting, antara lain jaminan tidak adanya agresi terhadap Iran, pengakuan atas hak Teheran dalam pengayaan uranium, serta tetap berada di bawah kendali Iran atas Selat Hormuz.

Baca Juga: Pemimpin Iran Tegaskan Serangan Tak Hentikan Negara

Selain itu, proposal juga memuat tuntutan pencabutan seluruh sanksi utama maupun sekunder dari Amerika Serikat, penghentian resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional terhadap Iran, hingga pembayaran kompensasi. Tidak hanya itu, terdapat pula poin mengenai penarikan pasukan tempur AS dari kawasan serta penghentian permusuhan di berbagai wilayah konflik, termasuk di Lebanon.

Meski demikian, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa pembicaraan ini belum menandakan berakhirnya perang. Kesepakatan final disebut masih bergantung pada terpenuhinya seluruh syarat yang diajukan Iran serta pembahasan detail dalam proses negosiasi.

Iran juga memastikan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz akan tetap aman selama masa perundingan berlangsung, melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata mereka. Hal ini menjadi penting mengingat peran strategis selat tersebut dalam perdagangan energi global.

Baca Juga: 2 Drone Hantam Gedung Perwakilan Amerika Serikat di Baghdad

Rencana negosiasi dijadwalkan dimulai pada Jumat, 10 April 2026 di Islamabad dengan mediasi dari Pakistan. Proses perundingan direncanakan berlangsung selama dua pekan dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua pihak.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan menghentikan sementara serangan terhadap Iran selama dua pekan. Ia juga menyebut proposal dari Teheran sebagai "dasar yang dapat diterapkan" dalam proses negosiasi.

(Sumber: Antara)

x|close