Iran Tegaskan Ketahanan Peradaban di Tengah Ancaman Serangan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 12:49
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sejumlah perempuan dan anak-anak ikut serta dalam acara peringatan mengenang siswa-siswa sekolah dasar yang tewas dalam serangan rudal di Iran selatan, di Teheran, Iran, Selasa (7/4/2026). ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. Sejumlah perempuan dan anak-anak ikut serta dalam acara peringatan mengenang siswa-siswa sekolah dasar yang tewas dalam serangan rudal di Iran selatan, di Teheran, Iran, Selasa (7/4/2026). ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Pemerintah Iran menegaskan bahwa tidak ada ancaman yang mampu menggoyahkan kekuatan peradaban mereka yang telah berakar kuat. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan akan menghancurkan “seluruh peradaban” Iran.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menegaskan bahwa negaranya memiliki keyakinan kuat dalam mempertahankan hak serta kepentingannya.

Baca Juga: Iran Tembak Jatuh Jet Tempur Milik Amerika

“Suatu bangsa yang memiliki keyakinan penuh akan kebenaran jalannya, akan mengerahkan seluruh kapasitas dan kemampuannya untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah,” tulis Mohajerani di X, Selasa, 7 April 2026.

Ia juga menekankan bahwa keamanan nasional tetap menjadi prioritas utama pemerintah Iran, sehingga setiap langkah akan diambil secara hati-hati dalam menghadapi situasi yang berkembang. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Sebelumnya, Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan terhadap berbagai infrastruktur penting di Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz serta mencapai kesepakatan dalam batas waktu yang telah ditentukan.

Baca Juga: PBB Sambut Gencatan Senjata AS-Iran Selama Dua Pekan

Ketegangan di kawasan semakin meningkat sejak Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menyasar sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Serangan balasan tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan sektor penerbangan internasional, yang memperlihatkan dampak luas dari konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

(sumber: Antara)

x|close