Ntvnews.id, Istanbul - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan bahwa perang yang sedang berlangsung melawan Iran diperkirakan akan segera berakhir, seiring dengan tercapainya sebagian besar target militer Washington.
“Amerika Serikat sebagian besar telah mencapai tujuan militernya. Meskipun ada beberapa hal yang masih ingin kami lakukan, misalnya, terkait kemampuan Iran untuk memproduksi senjata,” ujar Vance saat berada di Budapest, Hongaria, pada Selasa, 7 April 2026.
Vance juga mengklaim bahwa tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Donald Trump dalam konflik tersebut telah dipatuhi.
“Dan beliau (Trump) mengatakan dengan sangat jelas: kami tidak akan menyerang fasilitas energi dan infrastruktur sampai Iran mengajukan proposal yang dapat kami dukung atau tidak mengajukan proposal sama sekali,” kata dia.
“Tetapi beliau memberi mereka waktu hingga Selasa pukul 20.00 malam. Jadi, saya rasa berita tentang Pulau Kharg tidak menunjukkan perubahan strategi atau perubahan apa pun dari presiden,” ujar Vance menambahkan.
Baca Juga: Iran Tegaskan Ketahanan Peradaban di Tengah Ancaman Serangan AS
Sebelumnya, Trump mengancam akan menyerang infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika Teheran tidak membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz serta mencapai kesepakatan sesuai batas waktu yang ditentukan.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak serangan militer yang dilakukan AS bersama Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak, Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal ke wilayah Israel serta negara-negara lain seperti Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Serangan balasan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta berdampak pada stabilitas pasar global dan sektor penerbangan internasional.
(Sumber: Antara)
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance. ANTARA/Celal Gunes/Anadolu/pri. (Antara)