Pemimpin Hizbullah Paparkan Syarat Akhiri Konflik dengan Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 14:55
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wilayah penyerbuan Hizbullah di Israel utara. ANTARA/Anadolu/py/am. Wilayah penyerbuan Hizbullah di Israel utara. ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menyampaikan sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk mengakhiri konflik dengan Israel. Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran video pada Senin, 13 April 2026.

"Syarat-syaratnya, yaitu penghentian penuh agresi, penarikan segera pasukan, pembebasan tahanan, pengembalian para pengungsi, dan rekonstruksi," kata Qassem.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan perlawanan selama Israel masih melancarkan serangan ke wilayah Lebanon dan mempertahankan kehadiran militernya di kawasan tersebut. Qassem juga menyebut konflik yang terjadi sebagai bentuk “agresi Amerika Serikat dan Israel” terhadap Lebanon.

Baca Juga: Enggan Disalahkan, Israel Singgung Peran Hizbullah dalam Kasus 3 Prajurit TNI Tewas di Lebanon

"Pihak perlawanan telah memulihkan dirinya secara diam-diam dan sistematis dan ketika kami mendapat peluangnya, kami akan menangkap tentara musuh," kata pimpinan Hizbullah itu.

Menurut Qassem, selama sekitar 15 bulan terakhir Israel belum sepenuhnya mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada 17 November 2024. Ia menilai kepatuhan terhadap kesepakatan tersebut menjadi satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan.

Selain itu, Qassem juga menegaskan penolakan Hizbullah untuk melakukan dialog dengan pihak yang ia sebut sebagai “entitas penjajah”, serta menilai upaya tersebut tidak memiliki makna.

Ia juga mendesak pemerintah Lebanon agar mencabut larangan terhadap aktivitas militer Hizbullah. Menurutnya, kelompok perlawanan dan militer negara tidak seharusnya berada dalam situasi saling berseberangan.

Baca Juga: Situasi Mencekam! Hizbullah Luncurkan Serangan Roket ke Israel di Tengah Eskalasi Konflik

Sementara itu, upaya diplomasi untuk meredakan konflik terus dilakukan. Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Yechiel Leiter dan Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh-Moawad dijadwalkan bertemu di Washington pada Selasa guna membahas kemungkinan kesepakatan damai.

Pertemuan tersebut diinisiasi oleh pihak Lebanon melalui mediator internasional. Menjelang dialog berlangsung, aksi demonstrasi pro-Hizbullah juga dilaporkan terjadi di Beirut.

(Sumber: Antara)

x|close