Imigrasi Kasih Kemudahan Atlet Asing Lewat Sport Visa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 14:33
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko meninjau pertandingan IBL All-Star 2026 di Bandung Arena, Jawa Barat, Sabtu (11/4/2026). Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko meninjau pertandingan IBL All-Star 2026 di Bandung Arena, Jawa Barat, Sabtu (11/4/2026). (Imigrasi)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi terus menghadirkan inovasi layanan dengan memberikan kemudahan akses dan jalur khusus bagi atlet asing. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekosistem olahraga nasional agar semakin kompetitif di tingkat global.

Langkah tersebut diperkuat melalui kolaborasi strategis dengan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dalam melakukan pengawasan serta edukasi terhadap pemain asing yang berlaga di Indonesian Basketball League (IBL).

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko mengatakan bahwa pihaknya akan membentuk tim khusus lintas direktorat untuk menangani kebutuhan sektor olahraga. Tim ini akan fokus pada pelayanan administrasi sekaligus memastikan fungsi pengawasan tetap berjalan optimal.

"Kami akan membentuk tim khusus yang menangani sektor olahraga, dengan begitu para atlet akan lebih mudah dalam proses administrasi," ujar Hendarsam saat menghadiri ajang IBL All-Star 2026 di Bandung.

Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi layanan imigrasi yang adaptif terhadap perkembangan industri sportainment di Indonesia.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Imigrasi menghadirkan Sport Visa yang dirancang khusus bagi pelaku kegiatan olahraga internasional. Visa ini terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu Indeks C8A untuk atlet, Indeks C8B untuk ofisial atau pendamping, dan Indeks D8 untuk kebutuhan multiple entry.

Pengajuan visa dapat dilakukan secara online melalui platform resmi imigrasi dengan melampirkan dokumen penting seperti paspor, foto terbaru, surat undangan, serta jaminan dari sponsor.

Baca Juga: Ditjen Imigrasi Amankan 346 WNA Saat Operasi Wirawaspada, Diduga Bermasalah di RI

Atlet basket <b>(Imigrasi)</b> Atlet basket (Imigrasi)

Baca Juga: 3 WNA Australia Pelanggar Imigrasi Diserahkan ke Kejaksaan, Kasus Siap Disidangkan

Data menunjukkan bahwa sepanjang 2025, Imigrasi telah menerbitkan 6.388 visa olahraga. Sementara pada periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 866 visa telah diterbitkan, menandakan tingginya aktivitas olahraga internasional di Indonesia.

Untuk meningkatkan kenyamanan atlet, berbagai fasilitas unggulan juga disiapkan, antara lain; Jalur khusus (fast track) di bandara, konter pemeriksaan dokumen khusus, teknologi autogate untuk mempercepat proses imigrasi, dan layanan penerbitan visa kolektif bagi peserta event olahraga.

Fasilitas ini dihadirkan guna memastikan atlet tidak kelelahan akibat proses administrasi yang panjang, sehingga dapat tampil optimal saat bertanding. Dalam beberapa tahun terakhir, Direktorat Jenderal Imigrasi telah berkontribusi dalam menyukseskan berbagai ajang olahraga internasional, seperti Formula E Jakarta, MotoGP Mandalika, hingga FIFA U-17 World Cup.

Ke depan, Indonesia juga diproyeksikan menjadi tuan rumah berbagai event bergengsi seperti FIBA U-17 Asia Cup dan FIBA U-19 World Cup. Oleh karena itu, peningkatan layanan imigrasi menjadi langkah strategis untuk mendukung kesuksesan agenda internasional tersebut.

Hendarsam menegaskan, kemudahan layanan ini akan terus dikembangkan guna memperkuat industri olahraga nasional sekaligus meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.

“Ekosistem olahraga yang berkembang akan membawa citra positif Indonesia ke dunia. Kami berupaya menghadirkan pelayanan yang adaptif tanpa mengabaikan pengawasan demi memperkuat industri olahraga nasional dan mendongkrak ekonomi melalui ajang internasional," tutup Hendarsam.

x|close