4 ABK yang Berlayar ke Somalia Sempat Suspek Hantavirus, Hasil Pemeriksaan Negatif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mei 2026, 20:03
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Hantavirus (7/5/2026). ANTARA/Anadolu Agency/pri. Ilustrasi - Hantavirus (7/5/2026). ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat melaporkan empat Anak Buah Kapal (ABK) yang sempat berlayar ke Somalia diduga mengalami gejala suspek hantavirus sebelum akhirnya dipastikan negatif setelah menjalani pemeriksaan medis.

Kepala Sudinkes Jakarta Barat, Sahruna, menjelaskan bahwa kasus tersebut pertama kali terdeteksi pada 13 Mei 2026 ketika RSUD Cengkareng melaporkan adanya dugaan suspek hantavirus pada empat ABK yang baru kembali dari pelayaran.

"Pada 13 Mei 2026, RSUD Cengkareng melaporkan dugaan kasus suspek hanta sebanyak empat orang yang merupakan ABK yang berlayar ke Somalia," kata Kepala Sudinkes Jakbar, Sahruna di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kesehatan langsung melakukan pemeriksaan terhadap penyakit hantavirus, malaria, serta demam kuning (yellow fever). Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh ABK tersebut negatif dari ketiga penyakit yang dicurigai.

"Hasil pemeriksaannya adalah negatif untuk penyakit hantavirus, yellow fever dan malaria," katanya.

Setelah dinyatakan tidak terinfeksi dan tidak lagi menunjukkan gejala, keempat ABK tersebut diperbolehkan pulang. Meski demikian, Sudinkes Jakarta Barat tetap meningkatkan langkah kewaspadaan dan pengawasan terhadap potensi penyakit menular sesuai pedoman Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Hantavirus Dilaporkan Menyebar di Kalangan Militer Ukraina, Begini Kondisinya

Upaya tersebut mencakup penguatan surveilans berbasis indikator dan kejadian, peningkatan kewaspadaan dini, hingga penerbitan surat edaran kewaspadaan virus hantavirus kepada fasilitas kesehatan di DKI Jakarta.

Selain itu, dilakukan deteksi dini melalui pendekatan sindromik pada kasus demam akut, gangguan pernapasan, hingga gangguan ginjal, serta peningkatan kesiapan fasilitas kesehatan seperti RSUD Tarakan sebagai rumah sakit sentinel.

Sudinkes juga menyiapkan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk investigasi epidemiologi, memperkuat pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan, serta melakukan pemetaan risiko lingkungan termasuk populasi tikus sebagai reservoir penyakit.

Baca Juga: Spanyol Konfirmasi Kasus Baru Hantavirus dari Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencuci tangan secara rutin, serta menghindari kontak dengan hewan pengerat yang berpotensi menularkan penyakit.

"Kemudian hindari kontak langsung dengan rodensia yang terinfeksi (tikus/ celurut) melalui gigitan, ekskresi dan sekresi (air liur, urin, feses) atau melalui inhalasi aerosol," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat memastikan makanan tersimpan dengan aman, menutup celah rumah yang berpotensi menjadi sarang tikus, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus.

(Sumber: Antara)

x|close