Iran Kritik Blokade AS di Selat Hormuz, Soroti Dampak ke Perdagangan Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 17:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei. /ANTARA/Anadolu/py. Arsip foto - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei melontarkan kritik terhadap langkah Angkatan Laut Amerika Serikat yang melakukan blokade di Selat Hormuz, serta mempertanyakan dampaknya terhadap perdagangan global.

“Bisakah perang dimenangkan dengan memilih balas dendam terhadap ekonomi global? Apa gunanya ‘memotong hidung sendiri’ untuk membalas dendam?” tulis Baghaei di platform X, mengacu pada tindakan yang dinilai tidak rasional dan berpotensi memperkeruh situasi.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Senin, 13 April 2026, mengancam akan menghancurkan kapal-kapal Iran yang mendekati Selat Hormuz.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengklaim bahwa Angkatan Laut Iran telah “benar-benar dihancurkan”.

Baca Juga: CENTCOM AS Mulai Blokade Selat Hormuz Usai Negosiasi dengan Iran Gagal

Ia bahkan menyebut sebanyak 158 kapal Iran telah dihancurkan serta memperingatkan kapal lain agar tidak mendekati pasukan AS yang tengah melakukan blokade di kawasan tersebut.

Atas instruksi Trump, Komando Pusat AS atau CENTCOM mulai menerapkan blokade di jalur maritim strategis itu pada Senin, 13 April 2026, setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan di tengah situasi gencatan senjata.

Baca Juga: Iran Batasi Kapal di Selat Hormuz, Biaya Keluar Rp34 Miliar per Tanker

CENTCOM menyatakan bahwa blokade tersebut akan diberlakukan “dengan tidak membeda-bedakan kapal-kapal dari semua negara” yang berlabuh di pelabuhan Iran di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman.

Namun demikian, mereka menegaskan bahwa kebebasan navigasi menuju pelabuhan selain Iran melalui Selat Hormuz tidak akan terdampak.

(Sumber: Antara)

x|close