Teheran Minta AS dan Israel Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan Pejabat Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 14:54
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera Iran dengan kerusakan besar di distrik Javadiyeh dan Beryanak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran, Mingu (15/3/2026). ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami/pri. Arsip foto - Bendera Iran dengan kerusakan besar di distrik Javadiyeh dan Beryanak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran, Mingu (15/3/2026). ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Pemerintah Iran mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk dimintai pertanggungjawaban atas dugaan pembunuhan pejabat Iran. Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei kepada RIA Novosti, Jumat, 17 April 2026.

"Kita harus melakukan ini. Bukan hanya Iran, tetapi seluruh komunitas internasional menuntut pertanggungjawaban. Apa yang dilakukan AS dan Israel adalah kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan internasional, serta kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Baqaei.

Baca Juga: PBB Sambut Gencatan Senjata Lebanon-Israel, Siap Dukung Perdamaian

Ia merujuk pada ketentuan dalam Konvensi Jenewa 1949, khususnya Pasal Umum 1 yang mewajibkan seluruh negara untuk menghormati dan memastikan penerapan hukum humaniter internasional.

"Karena tindakan AS dan Israel melanggar prinsip tersebut, saya percaya semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa harus menyerukan pertanggungjawaban mereka," katanya.

Ketegangan meningkat setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan serta korban jiwa dari kalangan sipil. Dalam insiden tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur.

Baca Juga: Wabah Lebah Serang Israel, Netizen Teringat Ayat di Kitab Suci

Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Upaya diplomasi sempat dilakukan melalui perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad pada 11 April, menyusul pengumuman Presiden Donald Trump mengenai gencatan senjata selama dua pekan. Namun, sehari kemudian, Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa negosiasi tersebut tidak membuahkan hasil dan delegasi AS kembali tanpa kesepakatan.

(Sumber: Antara)

x|close