A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Baznas Alokasikan 10 Persen Kurban 2026 untuk Daerah Terdampak Bencana di Sumatera - Ntvnews.id

Baznas Alokasikan 10 Persen Kurban 2026 untuk Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Apr 2026, 23:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Deputi II Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Imdadun Rahmat (tengah) dalam konferensi pers peluncuran Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di Jakarta, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad Deputi II Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Imdadun Rahmat (tengah) dalam konferensi pers peluncuran Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di Jakarta, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memastikan sebanyak 10 persen dari total hasil program kurban 2026 akan disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Sumatera, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

"Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di dalam alokasi pendistribusian itu ada 10 persen. Untuk secara nasional, tiga provinsi itu dialokasikan 10 persen," kata Deputi II Baznas RI Imdadun Rahmat dalam konferensi pers peluncuran Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di Jakarta, Jumat, 17 April 2026.

Imdadun menjelaskan bahwa besaran alokasi tersebut ditentukan berdasarkan hasil kajian internal dengan mempertimbangkan sejumlah indikator.

Ia memaparkan bahwa kriteria tersebut meliputi jumlah populasi, tingkat kemiskinan, ketersediaan hewan kurban, hingga pertimbangan afirmatif lainnya.

Baca Juga: Early Bird Qurban Solusi Berkurban Lebih Awal

"Apakah ini terkait dengan yang daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) atau daerah minoritas? Nah, oleh karena itu berbeda-beda alokasinya," kata Imdadun.

Ia juga menegaskan bahwa distribusi daging kurban tidak semata-mata mengikuti jumlah penghimpunan hewan.

Meskipun Jakarta menjadi wilayah dengan pengumpulan hewan kurban terbesar, Jawa Timur justru memperoleh alokasi distribusi terbesar karena mempertimbangkan jumlah penduduk dan tingkat kemiskinan.

Dengan pendekatan tersebut, Baznas memastikan distribusi kurban menjangkau daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta wilayah 3T di seluruh Indonesia.

"Kurban kita salurkan ke seluruh Indonesia dengan spirit afirmasi terhadap beberapa kriteria daerah. Satu, tadi terkait dengan soal minoritas, jumlah warga miskin dan juga daerah 3T. Jadi visi kita untuk mewujudkan keadilan distribusi, mengurangi ketimpangan distribusi hewan kurban, itu kita coba dengan skema ini," ucapnya.

Baca Juga: Pembelaan Panitia Kurban di Cikiwul Bekasi yang Minta Rp15.000 untuk Sekantong Daging

Selain itu, Imdadun memastikan kesiapan peternak mustahik binaan Baznas melalui Program Balai Ternak Baznas, yang saat ini telah memiliki 42 balai ternak di seluruh Indonesia untuk menyuplai kebutuhan hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah/2026.

"Dan masing-masing balai ternak itu memiliki mitra-mitra peternak rumahan di sekitar mereka. Jadi inilah yang menjadi skema kita untuk memberikan manfaat langsung kepada para peternak. Jadi tidak mengurangi kemanfaatan bagi para pemodal besar. Ini mewujudkan visi keadilan itu," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa Baznas akan menggelar rapat koordinasi nasional guna memastikan distribusi kurban berjalan secara adil, transparan, dan akuntabel.

"Kami akan seperti tahun-tahun yang lalu melakukan rapat besar melalui rapat teknis seluruh Indonesia untuk melakukan koordinasi. Melakukan koordinasi agar penyaluran dan pendistribusiannya adil, kemudian transparan, akuntabel, aman syari, dan bisa dilaporkan, sehingga secara nasional data ini bisa kita kumpulkan dan bisa kita laporkan kepada publik," kata Imdadun Rahmat.

(Sumber: Antara)

x|close