Ntvnews.id , Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji menyatakan bahwa penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) dapat memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak di era digital.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu, 18 April 2026, ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut menjadi penting seiring meningkatnya durasi penggunaan internet masyarakat Indonesia yang kini mencapai rata-rata 7–8 jam per hari.
"Kebijakan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan perlindungan anak tetap terjaga di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin masif," katanya.
Baca Juga: Komunikasi Buruk, Rachel Vennya Bongkar Masalah Co-parenting dengan Okin
Menurutnya, penguatan regulasi melalui PP TUNAS harus disertai kesadaran keluarga dalam mengontrol penggunaan teknologi pada anak.
Ia menilai, meskipun teknologi dan platform digital dapat diatur, peran orang tua tetap menjadi kunci utama dalam pengawasan.
Ia juga menegaskan bahwa teknologi seharusnya berfungsi sebagai alat pendukung dalam kehidupan keluarga, bukan justru mengendalikan perilaku anak dalam proses pengasuhan.
Dalam konteks pengasuhan digital, Wihaji menekankan pentingnya kehadiran orang tua, khususnya ayah, untuk menjaga kesehatan psikologis anak.
Berdasarkan data, sekitar 25 persen anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless, baik secara fisik maupun emosional.
Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, pemerintah melalui BKKBN menginisiasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) guna mendorong keterlibatan ayah secara aktif dalam pengasuhan.
“Wahai para orang tua khususnya ayah, kalian punya anak yang membutuhkan sentuhan psikologis yang berpengaruh terhadap perilaku anak ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, kreator konten parenting Ario Pratomo menilai bahwa proses pengasuhan merupakan pembelajaran dua arah antara orang tua dan anak.
Baca Juga: Tips Bonding dan Parenting Ideal Ala Nikita Willy
"Justru sebagai Bapak tuh kita banyak belajar dari anak, tanpa disadari," ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kehadiran figur publik memiliki peran penting dalam memperluas edukasi mengenai pola asuh positif di ruang digital.
Melalui implementasi PP TUNAS serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia, Kemendukbangga/BKKBN terus berupaya menciptakan lingkungan digital yang aman sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Kehadiran ayah dalam pengasuhan diharapkan dapat menciptakan lingkungan tumbuh yang sehat bagi ibu dan anak, serta menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
(Sumber: Antara)
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji (kiri). ANTARA/HO - Kemendukbangga. (Antara)