Ntvnews.id, Taheran - Otoritas Iran melaksanakan hukuman mati terhadap dua pria yang dinyatakan memiliki hubungan dengan badan intelijen Israel, Mossad. Eksekusi ini menjadi bagian dari rangkaian tindakan serupa sejak pecahnya konflik dengan Israel dan Amerika Serikat.
"Hukuman mati Mohammad Masoom-shahi dan Hamed Validi dilaksanakan pada subuh hari ini," demikian dilaporkan situs Mizan Online milik lembaga peradilan Iran, seperti dikutip dari AFP, Selasa, 21 April 2026.
Menurut laporan tersebut, kedua pria itu merupakan "anggota jaringan mata-mata yang terkait dengan Mossad". Namun, tidak dijelaskan secara rinci kapan mereka ditangkap.
Keduanya dinyatakan bersalah atas tuduhan berat, termasuk "moharebeh" atau berperang melawan Tuhan, serta "kolaborasi dengan kelompok-kelompok yang bermusuhan dan rezim Zionis", sebagaimana disebutkan oleh Mizan.
Baca Juga: Iran Dikabarkan Tolak Lanjutkan Perundingan Damai dengan AS
Sejak perang dengan Amerika Serikat dan Israel meletus pada 28 Februari, Iran telah melakukan sejumlah eksekusi mati terhadap individu yang dianggap terkait dengan musuh negara. Meski demikian, saat ini tengah berlangsung gencatan senjata dua pekan yang dimulai sejak 8 April, meskipun kondisinya masih rapuh.
Berdasarkan laporan berbagai kelompok hak asasi manusia internasional, Iran menempati posisi kedua sebagai negara dengan jumlah eksekusi mati terbanyak di dunia setelah China.
Ilustrasi Hukuman Gantung (Istimewa)