Cek Fakta: Purbaya Sebut Indonesia Berpotensi Krisis Moneter

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 13:33
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan awak media saat ditemui usai menghadiri rapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman. Arsip - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan awak media saat ditemui usai menghadiri rapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/Uyu Septiyati Liman. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Beredar unggahan di Instagram yang menarasikan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia berpotensi mengalami krisis moneter. Unggahan tersebut juga menyatakan bahwa pendapatan APBN sudah tidak ada dan seluruh anggaran hanya bersumber dari utang.

Berikut isi narasi dalam unggahan tersebut:

“PURBAYA: INDONESIA BERPOTENSI MENGALAMI KRISIS MONETER

PENDAPAΤΑΝ ΑΡΒN SUDAH TIDAK ADA, ANGGARAN HANYA DIDAPAT DARI HUTANG SEMUA”

Namun, benarkah pernyataan tersebut?

Unggahan yang menarasikan Purbaya sebut Indonesia berpotensi krisis moneter. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. (Instagram) <b>(Antara)</b> Unggahan yang menarasikan Purbaya sebut Indonesia berpotensi krisis moneter. Faktanya, pernyataan tersebut tidak berdasar. (Instagram) (Antara)

Penjelasan:

Hasil penelusuran tidak menemukan adanya pernyataan resmi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia maupun pemerintah yang menyebut Indonesia akan mengalami krisis moneter akibat tidak adanya pendapatan negara.

Baca Juga: Purbaya Tegaskan Prabowo Tak Pernah Beri Instruksi Sediakan Uang dari APBN untuk BoP

Gambar yang beredar dalam unggahan tersebut diketahui serupa dengan dokumentasi ANTARA Foto saat pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara pada 8 September 2025, serta foto lain yang berkaitan dengan pemberitaan mengenai kondisi APBN.

Adapun defisit APBN hingga Februari 2026 merupakan hal yang wajar dalam pengelolaan keuangan negara dan tidak berarti pendapatan negara hilang atau seluruh pembiayaan hanya mengandalkan utang. Faktanya, penerimaan pajak pada Triwulan I 2026 mencapai Rp398,4 triliun atau meningkat 20,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga defisit APBN agar terkendali, termasuk menanggapi kekhawatiran dari Standard & Poor's Global Ratings terkait rasio pembayaran utang Indonesia.

Baca Juga: Purbaya Tolak Tawaran Utang IMF-Bank Dunia: Terima Kasih Tawarannya, APBN Masih Baik

“Saya yakinkan ke mereka bahwa itu bisa dikendalikan ke depan, dan belum pada level yang berbahaya sekali,” ujar Purbaya, dilansir dari ANTARA.

Dengan demikian, klaim yang menyebut Menteri Keuangan menyatakan Indonesia berpotensi mengalami krisis moneter karena pendapatan APBN tidak ada merupakan informasi yang tidak benar.

Rating: Hoaks

(Sumber: Antara)

x|close