Menaker Kaji Skema Uang Saku Magang Nasional Libatkan Perusahaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Apr 2026, 15:55
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menjawab pertanyaan wartawan. ANTARA/Imamatul Silfia. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menjawab pertanyaan wartawan. ANTARA/Imamatul Silfia. (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengkaji usulan terkait pembagian kontribusi uang saku bagi peserta Program Magang Nasional antara pemerintah dan perusahaan mitra penyelenggara.

“Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun tidak dominan,” kata Menaker di sela penutupan Magang Nasional 2025 Tahap I yang dilakukan secara hibrida di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa wacana tersebut muncul sebagai tindak lanjut dari peran aktif sejumlah perusahaan dalam membina peserta magang secara intensif dan terukur.

“Ini sedang kita kaji, sedang kita siapkan, karena beberapa perusahaan yang memang intens dalam membina adik-adik kita yang magang, serius beri proyek, ada progres harian, ada progres mingguan. Itu luar biasa,” kata Menaker.

Baca Juga: Menaker Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Magang Nasional 2026

“Dan komitmen seperti itu akan semakin baik kalau kita juga minta dari awal ada komitmen perusahaan terkait dengan kontribusinya, dan kewajiban untuk memberikan sertifikat kompetensi di akhir program nantinya,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Koordinator Nasional Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi (Kepala Barenbang) Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, menilai pelaksanaan Magang Nasional Tahap I menunjukkan tren positif.

“Baik dari sisi keterlibatan peserta, komitmen mitra industri, maupun capaian pembelajaran yang diperoleh,” kata Anwar.

Untuk tahap selanjutnya, ia menyebut bahwa pemerintah akan terus meningkatkan kualitas program, memperluas kerja sama dengan dunia industri, serta menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

“Sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi lulusan perguruan tinggi ini,” ujar dia.

Sebanyak 14.952 peserta diketahui telah menuntaskan Magang Nasional Tahap I pada 19 April 2026.

Baca Juga: Menaker Ajukan Tambahan 150 Ribu Untuk Kuota Magang Nasional 2026

Peserta yang mengikuti program selama enam bulan akan memperoleh sertifikat magang.

Sementara itu, peserta yang menjalani program lebih dari tiga bulan namun kurang dari enam bulan akan mendapatkan surat keterangan.

Dokumen tersebut dinilai penting sebagai bekal awal bagi peserta untuk menunjukkan pengalaman kerja dan kesiapan mereka dalam memasuki dunia kerja secara lebih meyakinkan.

(Sumber: Antara)

x|close