Rusia Nilai AS Tak Siap Hadapi Konflik Militer dengan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 06:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia. Arsip foto - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Anggota parlemen senior Rusia Alexey Pushkov menilai bahwa Amerika Serikat secara militer belum siap untuk terlibat perang melawan Iran. Ia menilai Washington masih terlalu bergantung pada asumsi keliru bahwa kekuatan militer dapat memberikan hasil cepat dalam konflik.

Dilansir dari TASS, Selasa, 28 April 2026, Pushkov yang juga menjabat Ketua Komisi Kebijakan Informasi Dewan Federasi Rusia, menyebut pendekatan AS terhadap Iran kemungkinan dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya di Venezuela, termasuk operasi terhadap Nicolás Maduro.

"Dari perspektif militer, perang (AS) saat ini jelas-jelas kurang persiapan," kata Pushkov dalam wawancara tersebut.

Ia menilai pemerintahan Amerika mungkin keliru menganggap Iran memiliki karakteristik yang mirip dengan Venezuela, di mana perlawanan terhadap operasi AS dinilai tidak signifikan dalam kasus penangkapan Maduro. Menurutnya, hal itu bisa membuat AS meremehkan kompleksitas situasi di Iran.

Baca Juga: 2 Mantan PM Israel Bersatu untuk Gulingkan Netanyahu

Pushkov juga berpendapat bahwa Presiden AS Donald Trump dan timnya kemungkinan belum melakukan kalkulasi strategis dan taktis secara mendalam jika benar-benar melancarkan serangan ke Iran, termasuk pemahaman tentang kapasitas militer Teheran yang sebenarnya.

Ia menambahkan bahwa Iran selama ini tidak membuka secara rinci kekuatan militernya, sehingga menyulitkan pihak luar untuk menilai kemampuan sebenarnya.

"Penculikan [Presiden Venezuela Nicolas] Maduro dan reaksi yang sangat lemah dari rakyat Venezuela, yang memilih menerima syarat Amerika terkait pengawasan ekspor minyak Venezuela, meyakinkan dia [Trump] bahwa operasi militer presisi dan cepat adalah alat yang efektif untuk memaksa rezim asing bertindak sesuai keinginan Amerika," kata senator tersebut.

"Setelah itu, Trump tampaknya memutuskan bahwa hal serupa bisa dilakukan terhadap Iran," paparnya menambahkan seperti dikutip Al Jazeera.

Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers di Washington DC. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers di Washington DC. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. (Antara)

Di sisi lain, Pushkov menilai Iran justru telah melakukan persiapan matang menghadapi potensi konflik dengan Amerika Serikat. Salah satunya dengan menyebarkan infrastruktur rudal ke lokasi bawah tanah agar lebih sulit dijangkau serangan.

Ia juga menyebut Iran terus mengembangkan persenjataan rudal dan drone dalam jumlah besar meskipun berada di bawah sanksi internasional.

"Dan mereka telah lama mempersiapkan semua ini, baik secara ekonomi maupun, bisa dikatakan, secara eksistensial," ujarnya.

x|close